Suara Emas Orang Gila

Deniguru.blogspot.com - Merinding bulu roma, saat yang waras berfikir untuk menyasar suara orang gila. Apakah kaki masih berpijak di bumi, atau ini hanyalah mimpi di tengah hari?

Pasalnya, telah terbit aturan penyandang disabilitas mental bisa ikut mencoblos di pemilu 2019. Dalam putusan MK bernomor 135/PUU-XIII/2015, warga yang mengidap ganguan jiwa bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat khusus.

Sejatinya demokrasi menjunjung tinggi spirit kebebasan. Laku manusia tak lagi distandarkan dengan hukum buatan Penciptanya manusia. Melahirkan nafsu berkuasa dengan menghalalkan segala cara. Masuk akal atau tidak, tak masalah. Berakibat pahala atau dosa, tak ada pengaruhnya. Dan tampaknya, suara 400 ribu penderita disabilitas mental, kadung menggiurkan. Sayang jika tak disasar. Inilah buah pahit dari sistem hidup yang jauh dari wahyu.

Bagaimana menurut Islam?

Sedangkan dalam Islam, sebuah hadits menegaskan bahwa orang gila tidak terkenai beban hukum syara'. Keluar dari kategori mukallaf. Perbuatannya tidak lagi diperhitungkan sebab kemandulannya dalam melakukan proses berfikir.

"Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya (tidak diberi beban syariat) yaitu: orang yang tidur sampai dia terjaga, anak kecil sampai dia baligh, dan orang gila sampai dia sembuh." (HR. Abu Daud dan lainnya, hadits sahih)

Orang gila telah gagal berfikir tentang kebaikan dirinya sendiri apalagi berbicara tentang kebaikan negeri ini. Mereka tidak mengenali hakikat wajah sendiri, apalagi wajah orang yang dicalonkan dalam pemilu tahun depan.
(Novi Indriyani, mediaumat)
posted from Bloggeroid

Belum ada Komentar untuk "Suara Emas Orang Gila"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel