Derita Generasi di Negeri Sekuler

Lagi-lagi dunia maya gempar oleh kasus perundungan. Siswi SMP di Pontianak, Audrey (14), mengaku dikeroyok temannya. Tagar #JusticeForAudrey pun mendunia. Selegram, Youtuber,artis, aktivis, tokoh perempuan, para pejabat pun angkat bicara. (Media Umat)

Audrey, bukanlah kasus pertama yang terjadi. Berulang kasus serupa menimpa generasi muda. Hanya alasan sepele, berebut cowok yang belum tentu menafkahi dalam ikatan janji suci.

Audrey, tak akan menjadi kisah yang terakhir, jikalau negeri ini tetap berpegang pada sekulerisme. Pikir telah sesat sehingga kalap dalam berbuat. Tiada takut mereka kepada siapapun termasuk kepada Tuhannya. Inilah sekulerisme, yang telah mencetak generasi tak taat kepada Ilahi.

Tengoklah Islam, benar-benar menjaga kemuliaan generasi dengan aturan-aturan Ilahi. Para generasi yang siang hari berbuat sesuai aturan-Nya, dan di malam hari mereka gunakan untuk bersujud mendekat kepada-Nya. Itulah generasi Islam yang hidup dalam cahaya keagungan Khilafah Islam.

Generasi yang menanamkan dalam dirinya, bahwa Islam-lah HARGA MATI, bukan selain itu. Generasi yang rela mati untuk tegaknya aturan Ilahi. Sebut saja Ali bin Abi Thalib, Mushab bin Umair, Muhammad Al Fatih, Khoulah binti Al Azur, dan sederet genarasi muda yang menorehkan tinta emas bagi sejarah Islam.

Hentikan munculnya Audrey-Audrey baru dengan kembali kepada hukum-hukum Allah SWT.

Belum ada Komentar untuk "Derita Generasi di Negeri Sekuler"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel