Kepastian Kekalahan Orang-orang Kafir dan Penentang Dakwah


Kepastian Kekalahan Orang-orang Kafir dan Penentang Dakwah. Sebuah tulisan Ustadz Yuana Ryan Tresna, yang menjadi pemompa semangat bagi siapapun yang di pundaknya ada kewajiban berdakwah, amar ma'ruf nahy munkar. 

Kewajiban ini pada dasarnya dimiliki oleh insan yang telah berkomitmen  dengan syahadatnya. Komitmen dengan kalimat tauhid dan segala konsekuensi yang menyertainya.  

Bagi yang bersungguh-sungguh menjalankan komitmen keislaman, dan bersungguh-sungguh pula mendakwahkannya, akan selalu berhadapan dengan para penentangnya.

Para penentang dakwah pada setiap zaman akan senantiasa ada. Allah Swt berfirman, 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ

“Demikianlah Kami telah menjadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin.” (QS. al-An’am: 112).

Imam Jarir al-Thabari dalam tafsirnya mengatakan bahwa ujian yang disebutkan Allah Swt dalam ayat ini tidak hanya menimpa Rasulullah Saw, tetap juga berlaku umum bagi orang-orang yang mengikuti beliau dalam dakwah.

Di antara upaya menjegal dakwah itu adalah dengan berbagai propaganda atau pemberian stigma negatif baik pada Islam maupun kepada para pejuangnya. Rasulullah Saw dan para shahabat telah mengalami kondisi demikian. Bahkan Rasulullah Saw pernah disebut sebagai orang gila (QS. al-Hijr: 6), tukang sihir (QS. Shad: 4), penyair gila (QS. Shaffat: 37), pemecah-belah persatuan kaumnya, dsb.

Ajaran Islam juga tak lepas dari berbagai cacian. Al-Quran, misalnya, disebut sebagai ayat-ayat sihir (QS. al-Muddatsir: 24), kumpulan dongeng (QS. al-Muthaffifin: 13); juga dituding sebagai karya orang ‘ajam (non Arab), bukan kalamullah (QS. an-Nahl: 103).

Tantangan para pengemban dakwah pada hari ini pun tak berbeda dengan apa yang pernah dialami oleh Rasulullah Saw dan para shahabat. Berbagai upaya dilakukan untuk menjegal dan membungkam dakwah, antara lain dengan cara: Pertama, mengkriminalisasi para da’i dengan tuduhan kaum radikal, mengancam kebhinekaan, membawa ajaran yang tidak sesuai budaya lokal, dll.; Kedua, menangkap para pegiat dakwah; Ketiga, mengkriminalisasi sebagian ajaran Islam, khususnya syariah dan khilafah. 

Ketahuilah bahwa para penentang dakwah akan mengalami kehinaan di dunia dan di akhirat. Mereka akan dikalahkan dengan izin Allah Swt. Sebagaimana para penentang dakwah Nabi pada akhirnya dikalahkan. Adapun di akhirat, mereka akan mendapat siksa yang pedih. Allah Swt berfirman, 

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sungguh orang-orang yang menimpakan fitnah kepada kaum Mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. al-Buruj: 10).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sungguh orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Ke dalam Jahanamlah orang-orang kafir itu dikumpulkan.” (QS. al-Anfal: 36). [YRT]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel