Sekali lagi Tentang Berubah alias Hijrah, Semoga Istiqomah Neng!

Berbicara mengenai hijrah, tak pernah basi, tak pernah kadaluarsa. Terlepas apapun makna hijrah, tergantung sudut pandang dan tergantung kepentingan. Target dan ukuran hijrah pun mungkin tiap orang akan berbeda-beda. Namun, hijrah sebenar-benarnya hijrah, harus menyentuh pokok/inti dalam keberagamaan. Seorang remaja, dengan semangat hijrahnya menuliskan buah pemikirannya yang in syaa Allah tertuntun oleh Islam, tentang hijrah atau perubahan. Nama remaja itu Annita Pebrianti. Anda semua akan menilai, bagaimana pola fikir remaja ini, yang sudah tersentuh oleh pemikiran Islam.

Tulisan 1 tentang Hakikat Hijrah
Perihal perubahan bukan hanya sekedar apa yang nampak dari luar, tapi PERBAIKAN PEMIKIRAN dari yang SEKULER (memisahkan agama dari kehidupan) jadi PEMIKIRAN ISLAM. 
Sebab, kita tidak bisa berubah hanya dengan mengandalkan perasaan, tapi diri kita menuntut alasan yang rasional, bukan hanya sekedar suka-tidak suka. Sebab apa ?
"Bangkitnya manusia berawal dari pemikirannya" -Syekh Taqiyyudin An-Nabhani

Tulisan 2 tentang penerapan Hijrah
HIJRAH TAPI GA ADA BEDANYA ?
Penggunaan cadar jaman now identik dengan kata "Hijrah". Tidak sedikit, yang memutuskan untuk berhijrah pasti rata-rata pake cadar. Masyaa Allah, perubahan yang begitu menakjubkan bukan ?😇 
Lalu, apa kabar yang katanya sudah hijrah yang sudah pake cadar tapi masih bisa terkena rayu gombal ikhwan modus paham syari'at ? Udah pake cadar, tapi masih baper-baperan sama lelaki ajnabi ?
Niat mengenakan cadar itu untuk menjaga pandangan, iya pandangannya dijaga tapi perasaanya ? Kalo baper-baperan perasaan dijaga ? ENGGA!
Ini tuh dalihnya "dia itu beda, dia paham agama, dia blabla bala-bala:v" shalihah, kalo dia paham syari'at dia ga akan baperin kamu😑 
Itu mah ikhwan MODUS! Catat yaa, M O D U S. Seandainya dia paham, dia pasti tau batasan dan ga akan bikin hati anak orang terbang, dia juga pasti tau apa aja yang diperbolehkan dalam interaksi dengan lawan jenis dan yang ga boleh. STOP BUAT PEMBENARAN DEMI KENYAMANAN PERASAAN! 
Ini emang bukan cadarnya yang salah, tapi yang mengenakannya menyalah gunakan. Di mana cadar digunain untuk menarik para lelaki. Iya kalo yang datang laki-laki yang beneran shaleh, kalo yang PURA-PURA SHALEH gimana ? 
Shalihah, Jangan karena kamu, mereka yang benar-benar mengenakan cadar LILLAH dan benar-benar sudah berHIJRAH jadi ikut dipertanyakan hanya karna ulahmu.
Jadi apa bedanya hijrah sama ga hijrah kalo gitu ? APA BEDANYA ?
Pakaian ? Biarawati juga tertutup! 
Udah lah gausah BAPER sama dia yang cuma CAPER. Luruskan lagi niat, balik lagi ke ALLAH biar HIJRAH kamu itu berbuah BERKAH☺

Tulisan 3 tentang Penerapan Islam
Numpang tanya ya. Yang suka pada komen-komen gini, pencerahannya. Skrg aku yang balik tanya hehe
"Indonesia itu rakyatnya majemuk, agamanya bukan cuma Islam doang neng. Kalo diatur sama syari'at Islam yang non-muslim gimana ?"
Sebel ga ? Wkwk :v 
Setiap diskusi pertanyaannya itu melulu ga paham. Ditambah lagi "udah, pelajari tauhid nya aja dulu". Kadang suka mikir, apa orang yang bicara itu ga berpikir kali ya  
1. Di madinah, ketika Rasulullah memimpin Daulah Islam disana, ada orang yahudi dan orang nashrani. And then, sistem kapitalisme ini cetusan orang kafir! Kok anteng aja gitu yaa ga ngerasa kasian kaum muslimin diatur sama aturan yang JELAS BUKAN DARI ISLAM.
Seandainya demokrasi yang diwariskan Plato itu adalah system terbaik, WHY, RASULULLAH MEWARISKAN KHILAFAH ? 
2. Perdalam tauhid aja dulu. Bukankah, tauhid itu meng-Esakan Allah ? Bukankah Allah itu adalah Al-Khaliq yang Maha Mengatur ? Allah sudah turunkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, lantas kenapa hukum-hukum di dalemnya ga dipake ?

Tulisan 4 tentang larangan ashobiyyah
"Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyeru kepada ashabiyyah, dan bukan dari golongan  kami orang-orang yang berperang karena ashabiyyah serta bukan dari golongan kami orang-orang  yang mati karena ashabiyyah.” (HR Abu Dawud)
🍃🍃🍃 
Apa yang salah ?
Dimana letak salahnya ?
Di manapun kita mengkaji Islam, bukankah sama saja tujuannya ? sama-sama berjuang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, berusaha semaksimal mungkin tuk mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa. Benar begitu bukan ? 
Lantas, dimana letak salahnya ?
Apa yang terjadi dengan kaum muslimin saat ini ?
Ketika ashobiyyah dijunjung tinggi, tali silaturahmi dirajut saja nanti ?
Bukankah kita ini adalah ummatan wahidatan ?
But, look around ourselves. Kita saling mencaci, membenci, bukankah kita semua ini bersaudara ? 
LET'S STOP IT !
Hilangkan ashobiyyah. Berhenti saling menuduh. Kita rajut kembali ukhuwah yang kian merapuh. AKU, KAMU, KITA, MEREKA, ADALAH SAUDARA, BERHENTI TUK SALING MENGHINA.
Jika ada selisih paham, kita diskusikan tuk mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN.
Sumber tulisan : DISINI

Catatanku :
Jika remaja yang hari ini kebanyakan sibuk dengan gadget,  yang terlenakan dengan segala permainan dan kesenangan. Yang melupakan kewajiban untuk senantiasa belajar, yang lalai dengan kewajiban menegakkan agama Allah, saya sendiri merasa miris dan terkadang pesimis, mungkinkan kebangkitan Islam diperjuangkan generasi seperti ini?

Jika remaja yang hari ini terbuai dengan pemuasan syahwat tak sesuai syariat, bangga dengan status pacaran, hati ini makin ngeri, mungkinkan peradaban Islam yang mulia, akan bisa dibangun kembali oleh generasi seperti ini?

But, harapan itu masih ada. Di tengah kondisi kelam seperti ini, ada juga generasi yang sadar untuk mempelajari dan mendakwahkan Islam yang sebenar-benarnya. Muncul generasi yang memulai dengan "hijrah" ke arah yang lebih baik, dan termotivasi untuk mengajak yang lainnya untuk memperjuangkan Islam, yang memang berhukum wajib bagi siapapun yang berstatus sebagai muslim.

Oftimis tanpa batas, demikian kata Pa Toto. Ya, kita mesti optimis akan kebangkitan Islam, yang dimulai dari remaja-remaja berpikiran cemerlang, yang tercerahkan pikiran dan perilakunya dengan Islam. Saya bangga dengan mereka! Semoga tetap istiqomah......

Belum ada Komentar untuk "Sekali lagi Tentang Berubah alias Hijrah, Semoga Istiqomah Neng!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel