Andai Islam tidak Pernah Menyentuh Hidupku

Andai Islam tidak Pernah Menyentuh Hidupku, sebuah tulisan dari seorang peserta didik SMPN 1 Mande, yang kini ia bersekolah di SMKN 1 Cianjur. Annita Febrianti, seorang siswi cerdas, pintar mendongeng, dan juga ketua OSIS SMPN 1 Mande dulu. Ia memposting tulisan itu di akun FB nya, yang subhanalloh, begitu luar biasa menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk masuk ke Islam secara kaffah. Berikut tulisan lengkapnya, aslinya bisa dilihat di SINI.

Tepatnya, hampir 17thn saya hidup sebagai seorang muslim. Tapi baru 1thn saya memahami dan mengetahui apa yang agama saya ajarkan. Mulanya, saya hanya menganggap agama saya sebagai kegiatan ritual biasa, hanya sekedar beribadah dan terkadang berani untuk meninggalkan sebuah kewajiban. Masa lalu yang kelam

Hingga pada akhirnya ALLAH tunjukan saya jalan yang benar. Saya di pertemukan dengan seorang kakak kelas perempuan panggil saja ia Afulannah.


Saat itu, sekolah saya hendak mengadakan perlombaan dan untuk pertama kalinya saya keluar dari comfort zone saya. Dengan sebuah amanah untuk mengikuti lomba dakwah. Dimana saat itu saya yang notabene nya seorang "PENDONGENG" berbicara tentang Legenda dan kisah2 fiksi harus berbicara tentang "AGAMA". Dan jujur saja saya sungguh amat sangat fakir akan ilmu pada saat itu tapi dengan jumawa saya maju ke depan. Awal mula sebuah perubahan, saya yang gemar memakai celana dipaksa mengenakam jilbab dan khimar. Tapi ketika mengenakannya seperti ada ruh yang masuk kedalam dada, dan rasa nya amat sangat menyejukkan serta mendamaikan perasaan

Dengan ke-kepoan saya, akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya tentang jadwal kajian Islam. 2kali saya dikirimkan pamflet kajian, namun hnya pada prtemuan kedua saya bisa menghadirinya. Saya masih ingat tema yang dibawakan saat itu "RAMLAH. HIJRAH MULIA".
Pertemuan pertama yang membuat mata dan pintu hati saya terbuka, isi yang begitu menyayat di dalam jiwa, menyadarkan betapa jauhnya diri ini dari kata taat.

Setelah pertemuan itu, hal yang mengejutkan kembali terjadi. Seorang perempuan yang tdk saya kenal sama sekali dan blm saya temui mengontak saya mengajak saya untuk mengkaji Islam Kaffah. Aneh dan takut tapi itu hanya sesaat. Saya bertemu dengan nya panggil saja ia Rifulannah, tepat ktika musim penghujan membuatnya menunggu selama satu jam. Pertemuan pertama yang memalukan, ketika hendak mengkaji saya justru membuatnya menunggu begitu lama.

Berlanjut, akhirnya kita mengkaji Islam Kaffah dan terkadang ada rasa malas yang datang menghantui saya. Seorang pemula yang tidak ingin terikat dgn kegiatan yang mungkin bisa dibilang membosankan.

Baca JugaMerawat Spirit Bela Tauhiid

Jujur saja, saat itu saya tidak tahu apa itu KAFFAH, apa itu GHARIZAH, apa itu HUKUM SYARA' dsb. Hal itu membuat saya merasa semakin bodoh, rupanya apa yang saya ketahui tidak mumpuni. Hanya kisah cinta dalam diam yang saya pelajari padahal, tingkat tertinggi pemikiran ketika kita memikirkan ummat. Tapi saya belum sampai pada tahap itu.
Dan itulah saat dimana saya paham, ISLAM bukan hanya AGAMA tapi IDEOLOGI yang mengatur kehidupan ummat diseluruh alam. ISLAM JAWABAN, SOLUSI atas segala persoalan.

Bulan berganti, hingga saat ini akhirnya saya mengerti. Apa yang kita pelajari saat itu penentu kita di masa depan nanti. Andai pada saat itu saya tidak mengkaji mungkin kehancuranlah yang menyelimuti diri ini. Hingga kini saya bertahan karena saya yakin dengan apa yang saya PERJUANGKAN, apa yang sya SUARAKAN meski banyak orang mengatakan hal buruk meskipun mereka tidak memahaminya.

Andai Afulannah dan Rifulannah membaca, hendak saya ucapkan terimakasih yg tak terhingga . Terimakasih karena telah menjadi wasilah dan maafkan atas ketidak patuhan saya saat belajar. Dan kepada musyrifa saya saat ini, panggil saja dia Vefulannah, tolong tetap sabar dengan sikap kekanak-kanakan saya semoga kita semua dapat berkumpul di Jannah-NYA.

Belum ada Komentar untuk "Andai Islam tidak Pernah Menyentuh Hidupku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel