Buku wajib, Ancaman Imperialisme Kuning

GuruDakwah- Sejak puluhan tahun lalu Bung Karno telah memperingatkan akan BAHAYA IMPERIALISME KUNING di samping bahaya imperialisme putih. Tentu, yang dimaksudkan dengan imperialis kuning adalah bangsa Cina yang saat ini pun memang sangat agresif dalam meluaskan pengaruh komunisnya dan juga menjajah satu demi satu negara-negara dunia agar jumlah penduduk Cina yang terus-menerus membengkak bisa tertampung.

Negara-negara Afrika seperti Angola dan Mozambiq sudah terjajah Cina. Tibet dan Thailand sudah terlebih dahulu. Dan Myanmar, yang awalnya banyak bekerjasama dengan Cina, akhirnya tersadar akan bahaya ini dan membatalkan proyek-proyek besarnya, yang membuat Cina murka.

Nafsu imperialisme Cina sangat besar, bagai syahwat yang sudah naik ke ubun-ubun hingga tidak terkendali. Senjata mereka, sejak dahulu, adalah Candu, Uang, dan Wanita. Fakta-fakta di lapangan membuktikan jika Cina banyak menyelundupkan narkoba dalam jumlah sangat besar disela-sela misi kerjasama proyek infrastrukturnya dengan negara lain. Di Kuwait dan Indonesia hal ini sudah terbongkar. Sayangnya, pemerintahan seolah tidak sadar dengan bahaya besar ini sehingga masih saja bermesraan dengan kaum komunis yang sesungguhnya musuh bebuyutan NKRI.

Baca juga :Pendapat Para Pemikir Islam mengenai Larangan Menyebut Kafir bagi Non Muslim

Apakah bangsa Indonesia akan terus terlena dan berdiam diri dengan indikasi invasi kuning ini?

Seorang pembaca blog gurudakwah.web.id dari Bogor, melalui caht-nya menanyakan atau lebih pasnya memesan buku " Ancaman Imperialisme Kuning". Ana arahkan ke Eramuslim, namun ternyata habis. Dan alhamdulillah, buku ini kembali terbit dengan edisi revisi. Kabar gembira, tapi harganya lumayan juga, ada peningkatan dari Rp 60.000 edisi awal, sekarang menjadi Rp 100.000. Ayo segera miliki buku ini.


Cara Pemesanan : 
Silahkan bila berminat kirim pesan via WA/SMS ke 085811922988 dengan menyebutkan nama pemesan, alamat kirim dan jumlah eksemplarnya,

Belum ada Komentar untuk "Buku wajib, Ancaman Imperialisme Kuning"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel