Nasib Manusia pada Hari Kiamat, Siapkah Kita Menyongsongnya?

Al Qur'an menerangkan bahwa Hari Kiamat terjadi setelah ditiupnya sangkakala pertama oleh Malaikat Israfil. Pada saat itu, semua makhluk binasa, kecuali mereka yang dikehenadki Allah, kemudian ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya agar semua makhluk berdiri dan menuju Padang Makhsyar untuk perhitungan amalnya. Allah Swt berfirman :

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ (٦٨)

"dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)." (QS az-Zumar : 68 )

Pada hari perhitungan, segala sesuatu akan disaksikan oleh manusia, binatang, dan semua mahkluk, sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir. Ia juga disaksikan oleh ayah-ibunya, neneknya, dan kawan-kawannya. Allah Swt berfirman :

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا (١٤)

 "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".(QS Al-Isra:14)


يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (٤)

"Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,"(QS Al-Zalzalah:4)


Nasib Orang Mukhlis dan Musyrik

Orang-orang yang beriman kepada Allah, tidak menyekutukannya dengan segala sesuatu apapun, maka ia pasti diampuni dosa-dosanya. Sebab Allah akan mengampuni semua dosa manusia semasa hidupnya, kecuali dosa syirik. Allah Swt berfirman :


إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا (١١٦)

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."(QS An-Nisa :116)

Kezaliman antar manusia di dunia merupakan dosa yang tak terhindarkan. Namun, ia akan diadili dengan seadil-adilnya. Mereka yang merampas harta orang lain, mencuri, memperkosa, membunuh, menganiaya, mereka yang di kanan-kirinya banyak orang miskin, tersiksa dan memerlukan bantuan tetapi ia membiarkannya; meraka yang tidak benar ketika bergaul, berpolitik maupun berdagang; mereka yang berdosa besar maupun kecil, berjual beli secara batil, membuka aurat di depan umum dan berteriak-teriak di jalanan, berbisik, mengukur dan menimbang secara curang, hubungan majikan dengan buruh buruk, serta berbagai persoalan keluarga. Semua bentuk perbuatan tersebut pasti diadili, yaitu pada saat tidak ada partai dan golongan, kebangsaan, kesukuan, maupun ikatan lainnya yang dapat membantu mereka dari peradilan seadil-adilnya.

Segala caci maki, tuduhan yang semena-mena tanpa bukti, menyakiti orang lain, mempersekusi dakwah, bergunjing, mengkritik dengan maksud buruk, kata-kata yang keluar tanpa makna, menyia-nyiakan waktu, berhutang tetapi tidak mau membayar, berjudi dan berzina, serta 1001 macam persoalan kehidupan manusia; semuanya pasti diadili dan mendapat hukuman Allah pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra :

" Sesungguhnya orang yang bangkrut adalah umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan shalat, shaum, zakatnya. namun, mereka telah mencaci-maki, menuduh seseorang tanpa bukti,...( sehingga semua perbuatannya itumenyebabkan ia telah menghilangkan kebaikannya), kemudian ia ditenggelamkan ke dalam neraka ( HR Muslim, At-Tarmidzi, dan Ahmad)

Nasib 3 Golongan Manusia di Akhirat

Orang-orang yang jumlah dosanya lebih banyak daripada amal kebajikannya, maka mereka pasti disiksa dalam neraka Jahannam. Sedangkan orang-orang yang jumlah amal kebajikannya lebih banyak daripada amal keburukkannya, maka mereka akan mendapat balasan kenikmatan di jannah. Namun, akan berbeda terhadap orang-orang yang jumlah amal kebajikannya seimbang dengan amal jahatnya, maka mereka akan ditangguhkan, tidak dimasukkan ke dalam syurga, tida juga ke Jahannam. Mereka akan ditempatkan di suatu lokasi yang disebut Al-A'rof sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dari tempat ini, mereka dapat menyaksikan bagaimana pedihnya siksa Jahannam dan bagaimana pula kenikmatan yang diperoleh penghuni surga. Namun penghuni Al-A'rof ini suatu waktu pasti dimasukkan Allah ke dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam ayat 46-47 surah Al A'raf.

Materi Dasar Islam

Belum ada Komentar untuk "Nasib Manusia pada Hari Kiamat, Siapkah Kita Menyongsongnya?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel