Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Bentuk Ucapan Shalawat Ketika Disebut Nama Nabi Muhammad SAW

Pinterest
3 Bentuk Ucapan Shalawat Ketika Disebut Nama Nabi Muhammad SAW dan segala keutamaannya.

Di antara hak Nabi Muhammad SAW yang disyari’attkan Allah Ta’ala atas ummatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau.

Allah SWT dan para malaikat-Nya telah bershalawat kepada beliau SAW, dan Allah Ta’ala memerintahkan kepada para hamba-Nya agar mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (٥٦) 

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]. " (QS Al Ahzab:56)

[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.

[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Diriwayatkan bahwa makna shalawat Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW adalah pujian Allah atas beliau di hadapan para Malaikat-Nya, sedang shalawat Malaikat berarti mendoakan beliau, dan shalawat ummatnya berarti permohonan ampun bagi beliau SAW.

Dalam ayat di atas, Allah telah menyebutkan tentang kedudukan hamba dan Rasul-Nya Muhammad SAW pada tempat yang tertinggi, bahwasannya Allah telah memuji beliau di hadapan para malaikat yang terdekat, dan bahwa para malaikat pun mendoakannya, kemudian Allah Ta’ala memerintahkan segenap penghuni alam ini untuk mengucapkan shalawat dan salam atas beliau, sehingga bersatulah pujian untuk beliau di alam tertinggi (langit) dengan alam terendah (bumi).

Adapun makna: “ Ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya” adalah berilah beliau SAW penghormatan dengan penghormatan Islam.

Dan jika bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW hendaklah seseorang menghimpunnya dengan salam untuk beliau. Karena itu, hendaknya tidak membatasi dengan salah satunya saja. Misal, dengan mengucapkan “shallallaahu ‘alaih” (semoga Allah melimpahkan shalawat untuk beliau), atau hanya mengucapkan :” ‘alaihis salaam” (semoga keselamatan dilimpahkan untuk beliau). Hal itu karena Allah SWT telah memerintahkan untuk mengucapkan keduanya (shalawat dan salam). Jadi, ucapkan shalawat dan salam dengan sempurna.

Bentuk shalawat dan salam yang paling ringkas ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW


Adapun bentuk shalawat dan salam yang paling ringkas ada 3, yaitu :

1) Shallallaahu ‘alaihi wa sallam

2) ‘Alaihish shalaatu wassalaam

3) Allaahumma shalli wasallim ‘alaih

Waktu (tempat) bershalawat

Mengucapkan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh syariat pada waktu-waktu yang dipentingkan, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah mu’akkadah.

Dalam Kitab Jala’ul Afhaam, Ibnul Qayyim rahimallah menyebutkan 41 waktu (tempat). Beliau memulai dengan sesuatu yang paling penting yakni ketika shalat di akhir tasyahud. Di waktu tersebut para ulama berseoakat tentang disyari’atkannya bershalawat untuk Nabi SAW, namun mereka berselisih tentang hokum wajibnya.

Di antara waktu lain yang beliau sebutkan adalah di akhir Qunut, kemudian saat khutbah (Khutbah jumat, hari raya, dan Istsiqa’), kemudian setelah menjawab adzan, ketika berdoa, ketika masuk dan keluar masjid, juga ketika menyebut/mendengar nama Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kaum Muslimin tentang sifat (tata cara) mengucapkan shalawat. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat kepadanya pada hari Jumat.

Beliau bersabda, yang artinya, “ Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, barangsiapa bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Al Baihaqi (III/249)

Manfaat Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW


Kemudian Ibnul Qayyim rahimallah menyebutkan beberapa manfaat dari mengucapkan shalawat untuk Nabi SAW, sedikitnya ada 40 manfaat.

Di antara manfaat itu adalah:

1) Shalawat merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT 

2) Mendapatkan ganjaran 10 kali shalawat dari Allah bagi yang bershalawat sekali untuk Nabi SAW
  
3) Diharapkan doa menjadi terkabul apabila didahului dengan shalawat 

4) Shalawat merupakan sebab mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW, yaitu jika ketika mengucapkan shalawat diiringi dengan permohonan kepada Allah ta’ala agar memberikan wasilah (kedudukan tinggi) kepada beliau SAW pada hari kiamat. 

5) Shalawat merupakan sebab diampuninya dosa-dosa

6) Shalawat merupakan sebab sehingga Nabi SAW menjawab orang yang mengucapkan shalawat dan salam kepada Beliau.

Tetapi tidak dibenarkan mengkhususkan waktu dan cara tertentu dalam bershalawat dan memuji beliau SAW kecuali berdasarkan dalil shahih dari Al Qur’an dan Assunnah.

Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi yang mulia ini, juga bagi keluarga beliau, para shahabat, dan orang-orang yang mengikuti jejak beliau hingga hari kiamat.

Wallaahu a’lam.

(Memahami Kalimat Syahadat, Ust Yazid bin Abdul Qadir Jawas)