11 Tanda Orang yang Beruntung dan 11 Tanda Orang yang Celaka

Kita takkan lepas dari 2 hal, yakni untung ataupun rugi, untung maupun celaka. Semua langkah dalam kehidupan yang kita ambil, akan mendatangkan konsekuensi. Konsekuanesinya kita mendapatkan kebaikan ataupun keburukan. Kita akan mendapatkan keberuntungan, ataupun celaka yang menghampiri. Semua konsekuensi dari langkah yang kita lakukan.

Dalam postingan sederhana ini, saya akan menuliskan 11 Tanda orang yang beruntung, dan juga 11 tanda orang yang mendapatkan konsekuensi sebaliknya, yaitu kecelakaan.

Kita mulai.

بسم ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺣﻤﺪﺍ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻃﻴﺒﺎ ﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ﻓﻴﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺙ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ.ﺃﻣﺎ ﺑﻌد:


إِنَّ عَلَامَاتِ السَّعَادَةِ إِحْدَى عَشْرَةَ خَصْلَةً:


11 Tanda Orang yang Beruntung


Sesungguhnya tanda tanda orang yang beruntung terdapat 11 tabiat.

1. Zuhud dalam urusan dunia, dan bersemangat dalam urusan akhirat

أَوَّلُهَا: أَنْ يَكُونَ زَاهِدًا فِي الدُّنْيَا رَاغِبًا فِي الْآخِرَةِ.

Bagi orang yang seperti ini, keperluan dunia hanya sekedarnya saja, tidak berlebihan dan tidak memfokuskan diri dengan segenap upaya untuk mendapatkan dunia dengan segala pernik-perniknya. Sebaliknya, untuk urusan akhirat, dia bersemangat dengan segenap upaya untuk meraihnya.

2. Orientasinya adalah Ibadah dan gemar membaca Al-Qur'an

وَالثَّانِي: أَنْ يَكُونَ هِمَّتُهُ الْعِبَادَةَ وَتِلَاوَةَ الْقُرْآنِ.

Untuk urusan ibadah, orang yang beruntung ini, sangat bersemangat, dan melaksanakannya secara maksimal, baik dari tata cara (kaifiyat) maupun dari segi ruhiyahnya. Hari-harinya diisi dengan banyak membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.

3. Sedikit berbicara dalam hal yang tidak dibutuhkan

وَالثَّالِثُ: قِلَّةُ الْقَوْلِ فِيمَا لَا يُحْتَاجُ إِلَيْهِ.

Ini sejalan dengan sabda Nabi yang mulia, "Qul Khoiron au liyashmuth", berbicaralah yang baik atau diamlah". Jika diperlukan, maka berbicara. Namun jika tidak berfaedah, maka diam adalah langkah terbaik.

4. Senantiasa menjaga shalat 5 waktu

وَالرَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ مُحَافِظًا عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ.

Ia menyadari bahwa shalat 5 waktu adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dirinya sebagai mukallaf. Namun tak sekedar menunaikan, melainkan ia jalankan secara tepat waktu dan berjamaah di mesjid, bagi laki-laki.

5. Senantiasa menjaga diri dari hal yang haram baik sedikit maupun banyak

وَالْخَامِسُ: أَنْ يَكُونَ وَرِعًا فِيمَا قَلَّ أَوْ كَثُرَ مِنَ الْحَرَامِ.

Kehati-hatian ia dalam menapaki langkah, salah satunya menjaga diri dari yang syubhat apalagi yang haram. Ia menyadari bahwa sekerat daging dalam dirinya yang tumbuh dari makanan/minuman haram, maka bagiannya adalah neraka. Maka orang yang ikhlas ini menjaga diri dari dari yang haram.

6. Senantiasa berteman dengan orang shalih 

وَالسَّادِسُ: أَنْ تَكُونَ صُحْبَتُهُ مَعَ الصَّالِحِينَ.

Tanda orang yang beruntung yang keenam adalah orang yang senantiasa berteman dengan orang shaleh. Ia menyadari bahwa kepribadian seseorang itu turut serta ditentukan dengan siapa dia berteman. Jika bergaul dengan pedagang minyak wangi, dia akan kecipratan wanginya. Begitulah perumpamaannya.

7. Senantiasa rendah hati dan tidak sombong 
وَالسَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ مُتَوَاضِعًا غَيْرَ متكبر 


Kepribadian rendah hati ini termasuk ciri hamba Allah Yang Maha Rohman. Ia menyadari bahwa siapapun yang dalam hatinya ada sikap sombong, tidak akan selamat dari panasnya api neraka. Ia pun faham, bahwa dirinya lemah. Apa yang bisa disombongkan di hadapan sesamanya?

8. Dermawan dan Mulia 

وَالثَّامِنُ: أَنْ يَكُونَ سَخِيًّا كَرِيمًا.

Tanda berikutnya yang termasuk orang yang beruntung adalah sikap nya yang dermawan dan berhati mulia. Suka berinfak dan menunaikan zakat, menyantuni fakir miskin dan anak yatim. Semua ini didasarkan kepada upaya mencari keridhoan Allah, bukan berharap pujian dan sanjungan makhluk.

9. Senantiasa berlaku kasih sayang terhadap makhluk Allah

وَالتَّاسِعُ أَنْ يَكُونَ رَحِيمًا بِخَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى.
Selain sikapnya yang rendah hati, orang yang dilimpahi keberuntungan adalah orang yang bernasib sayang kepada semua makhluk Allah SWT. Tak hanya kepada sesama manusia, namun terhadap makhluk yang lainnya, kepada semut sekalipun. Tentu, dengan bentuk kasih sayang yang proporsional.

10. Senantiasa memberi manfaat kepada sesama

وَالْعَاشِرُ: أَنْ يَكُونَ نَافِعًا لِلْخَلْقِ.

Tanda atau tabiat yang kesepuluh dari orang yang beruntung adalah yang bisa memberi manfaat kepada sesama. Sejalan dengan sabda Nabi SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

11. Senantiasa mengingat mati

وَالْحَادِي عَشَرَ: أَنْ يَكُونَ ذَاكِرًا لِلْمَوْتِ كَثِيرًا
Bukankah nasehat terbaik adalah kematian? Bagi mukmin, kehidupan di dunia ini adalah ladang untuk beramal sebaik mungkin untuk bekal berpulang kepada Allah SWT. Mengingat kematian akan melembutkan hati dan mengendalikan syahwat duniawi.

11 Tanda Orang yang Celaka 

Ada 11 tanda atau tabiat dari kaum yang akan celaka, yang menjadi pengingat bagi kita agar waspada.

وَعَلَامَةُ الشَّقَاءِ أَيْضًا، إِحْدَى عَشْرَةَ خَصْلَةً:

Dan tanda orang yang celaka juga terdapat 11 tabiat


أَوَّلُهَا: أَنْ يَكُونَ حَرِيصًا عَلَى جَمْعِ الْمَالِ ,


Pertama, senantiasa berhasrat mengumpulkan harta


وَالثَّانِي أَنْ تَكُونَ نَهْمَتُهُ فِي الشَّهَوَاتِ وَاللَّذَّاتِ فِي الدُّنْيَا.


Kedua, keinginannya hanya dalam hal syahwat dan kelezatan dunia


وَالثَّالِثُ: أَنْ يَكُونَ فَحَّاشًا فِي الْقَوْلِ مِكْثَارًا.


Ketiga, selalu banyak berkata keji


وَالرَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ مُتَهَاوِنًا فِي الصَّلَوَاتِ.


Keempat, selalu menganggap remeh shalat


وَالْخَامِسُ: أَنْ يَكُونَ أَكْلُهُ مِنَ الْحَرَامِ وَالشُّبُهَاتِ، وَصُحْبَتُهُ مَعَ الْفُجَّارِ.


Kelima, selalu memakan makanan yang haram dan syubhat serta bergaul dengan orang orang durhaka


وَالسَّادِسُ: أَنْ يَكُونَ سَيِّئَ الْخُلُقِ.


Keeenam, memiliki akhlak yang buruk


وَالسَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ مُخْتَالًا مُتَكَبِّرًا فَخُورًا.


Ketujuh, selalu berlaku sombong serta membanggakan diri


وَالثَّامِنُ: أَنْ يَمْنَعَ مَنْفَعَتَهُ مِنَ النَّاسِ.


Kedelapan, selalu menghalangi kemanfaatannya dari manusia


وَالتَّاسِعُ: أَنْ يَكُونَ قَلِيلَ الرَّحْمَةِ لِلْمُسْلِمِينَ.


Kesembilan, memiliki sedikit kasih sayang terhadap sesama muslim


وَالْعَاشِرُ: أَنْ يَكُونَ بَخِيلًا


Kesepuluh, ia berlaku kikir


وَالْحَادِي عَشَرَ: أَنْ يَكُونَ نَاسِيًا لِلْمَوْتِ


Kesebelas, sedikit mengingat kematian


Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat