Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Soal Ulangan Harian PAI Kelas 8 Bab Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Śalat Sunnah


Sebagai bagian dari pembelajaran, ulangan harian atau sekarang dinamakan dengan Penilaian Harian, mutlak harus dijalani oleh kalian sebagai siswa. Penilaian Harian atau ulangan harian PAI adalah salah satu program pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.

Adik-adik pelajar, di kesempatan kali ini, abufadli.com akan memberikan contoh soal Ulangan Harian /Penilaian Harian  Bab Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Śalat Sunnah, yang merupakan materi PAI Kelas 8 SMP di semester I. Soal terdiri dari pilihan ganda, uraian, dan tugas mandiri. Kalian bisa menggunakan contoh soal-soal Ulangan Harian   Bab Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Śalat Sunnah ini sebagai latihan dan pemantapan.

Selamat berlatih!


A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat !

1. Hukum melaksanakan śalat sunnah rawatib qabliyah Subuh adalah....

a. sunnah grairu mu’akad
b. sunnah mu’akad
c. fardu kifayah
d. fardu ‘ain

2. Śalat sunnah rawatib yang dilaksanakan sebelum śalat Isya’ dinamakan....

a. qabliyah Magrib
b. qabliyah Isya
c. ba’diyah Isya
d. ba’diyah Subuh

3. Śalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara ....

a. berjamaah lebih utama
b. munfarīd lebih utama
c. munfarīd atau sendiri
d. berjamaah atau munfarīd

4. Śalat witir dilaksanakan setelah śalat Isya. Jumlah bilangan rakaatnya paling banyak adalah ... rakaat

a. tiga
b. lima
c. sembilan
d. sebelas

5. Perhatikan śalat sunnah berikut ini !

1) Śalat idain
2) Tarawih
3) Witir
4) Tasbih
5) Tahiyatul masjid

Śalat sunnah yang dapat dilaksanakan secara munfarīd atau dan dapat pula dilakukan secara berjama’ah adalah...

a. 1, 2 dan 3
b. 2, 3 dan 4
c. 3, 4 dan 5
d. 1, 3 dan 4

6. Memahami dan menghargai perbedaan jumlah bilangan rakaat dalam pelaksanaan śalat tarawih merupakan salah satu wujud akhlak muliaumat Islam yang dinamakan ....

a. tawadu
b. qanaah
c. tawakal
d. tasamuh

7. Śalat sunnah yang tujuannya untuk meminta hujan akibat kemarau panjang adalah śalat....

a. kusūf
b. khusūf
c. istisqā
d. tahajjud

8. Śalat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal ....

a. 10 Zulhijjah
b. 11 Zulhijjah
c. 12 Zulhijjah
d. 13 Zulhijjah

9. Śalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah....

a. dua rakaat sebelum śalat Zuhur
b. dua rakaat sebelum śalat Asar
c. empat rakaat sebelum śalat Zuhur
d. empat rakaat sebelum śalat Asar

10. Pada waktu melaksanakan śalat tasbih, jumlah seluruh bacaan tasbih adalah....

a. 200
b. 300
c. 400
d. 500

B. Kerjakan Soal-Soal berikut ini!

1. Apakah perbedaan śalat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad?
2. Sebutkan tiga macam śalat sunnah yang dilaksanakan secara berjama’ah!
3. Tuliskan bacaan niat śalat tahajjud beserta artinya!
4. Sebutkan hikmah melaksanakan śalat sunnah!
5. Bagaimana cara melaksanaan śalat sunnah istisqā?

C. Tugas
  1. Carilah dalil-dalil naqli yang terkait dengan pelaksanaan śalat sunnah!
  2. Pak Mardiansyah merupakan salah seorang tokoh masyarakat. Ia sangat rajin melaksanakan śalat Idul Fitri dan śalat Idul Adha. Bagi Pak Mardiansyah, kedua śalat hari raya itu sudah dianggap sebagai kewajiban karena dapat meningkatkan rasa hormat masyarakat kepadanya. Namun, di sisi yang lain dia malas dalam melaksanakan śalat fardu. Pak Mardiansyah menganggap bahwa śalat hari raya lebih berarti dan lebih penting dibandingkan śalat fardu.Pendirian beliau sudah tentu tidak benar. Bagaimana cara menjelaskan dan memberi pengertian kepadanya? Diskusikan masalah tersebut dengan kelompok kalian masing-masing! (jawaban minimal terdiri dari dua cara alternatif)
  3. Carilah data dan informasi dari teman-teman sekelasmu mengenai śalat sunnah yang sering dilaksanakan. Kemukakan juga alasan-alasannya! Laporkan dan paparkan hasil penelusuran yang kamu lakukan baik secara individu atau kelompok!
Nah itu tadi contoh Soal Ulangan Harian PAI Kelas 8 Bab Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Śalat Sunnah, semoga bermanfaat.

Deni Abu Fadli
Deni Abu Fadli Banyak khilaf namun penuh harap, bisa sehidup dan sesyurga bersama