Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh-contoh Manusia Terbaik, Singkat Usia Namun Banyak Manfaat bagi Sesama

Contoh-contoh Manusia Terbaik, Singkat Usia Namun Banyak Manfaat bagi Sesama. Ada orang yang berumur panjang, tetapi umurnya tidak membawa berkah; dan ada pula orang yang tidak berumur panjang, tetapi orang itu sarat dengan pelbagai kebajikan dan perbuatan yang terbaik.

Ibnu Athaillah berkata dalam Hikam-nya, "Banyak sekali umur panjang yang diberikan kepada manusia, tetapi sumbangan yang diberikannya sangat sedikit. Dan banyak sekali umur pendek yang diberikan kepada manusia, tetapi sumbangan yang diberikannya sangat banyak. Barangsiapa yang umurnya diberi berkah oleh Allah Swt, maka dalam masa yang pendek dia akan mendapatkan banyak karunia dariNya, yang sangat sulit untuk diungkapkan."

Cukuplah bagi kita sebuah contoh. Yaitu Nabi Saw yang mulia, dalam masa dua puluh tiga tahun, yaitu masa setelah beliau diangkat menjadi Nabi-diberi berkah oleh Allah Swt. Dalam masa ini beliau berhasil mendirikan agama yang paling mulia, mendidik generasi yang paling baik, menciptakan umat yang terbaik, mendirikan negara yang paling adil, menang terhadap penyembahan berhala orang-orang kafir, Yahudi, serta memberikan warisan abadi kepada umatnya setelah kitab Allah-sunnah yang menjadi petunjuk, dan tak lupa sejarah yang sempurna. 

Selain Rasulullah saw ada beberapa sahabat dan tokoh di bawah ini yang memberikan sumbangan untuk kemaslahatan umatnya antara lain:

1. Abu Bakar r.a. dalam masa dua setengah tahun, dia mampu menumpas para Nabi palsu, mengembalikan orang-orang murtad ke pangkuan Islam, mengirimkan tentara untuk menaklukkan Persia dan Romawi, mendidik orang-orang yang enggan membayar zakat, menjaga hak-hak fakir miskin dengan mengambil zakat dari harta orang-orang kaya. Tercatat dalam sejarah pemerintahannya adalah pemerintahan yang pertama kali berperang untuk membela hak-hak fakir miskin.

2. Umar bin Khaththab dalam masa sepuluh tahun berhasil melakukan pelbagai penaklukan wilayah di luar, dan memantapkan kaidah pemerintahan yang adil berdasarkan musyawarah secara internal. Umar telah menciptakan berbagai tradisi yang baik bagi orang-orang sesudahnya yang dikenal dengan "prioritas Umar."

Dia telah berhasil membangun pondasi fiqih sosial, khususnya fiqih kenegaraan, yang disandarkan kepada tujuan, pertimbangan di antara pelbagai kemaslahatan, melindungi generasi, serta memberanikan orang untuk memberikan usulan dan kritik kepada hakim.

Dia berkata, "Tidak ada kebaikan pada dirimu selama kamu tidak mau mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi kami selama kami tidak mendengarkannya." Selain itu, Umar juga sangat menjauhi dunia, memiliki kemauan yang kuat untuk menjalankan kebenaran, mewujudkan keadilan dan persamaan hak di antara manusia, bahkan dia harus melakukan qisas terhadap para gubernur dan anak-anaknya.

3. Umar bin Abd al-Aziz menjadi khalifah selama tiga puluh bulan. Melalui tangannya, Allah Swt menghidupkan tradisi keadilan dan kecemerlangan, mematikan kezaliman dan kesesatan. Dia menolak berbagai bentuk kezaliman dan memberikan hak-hak kepada orang yang berhak memperolehnya. Dia telah berhasil mengembalikan kepercayaan orang kepada Islam sehingga semua orang merasa lega, tenang dan tidak merasa ketakutan. 

Dia memberi makan orang-orang yang lapar, menyebarluaskan kemakmuran sehingga orang-orang yang berharta berkata, "Di mana kami harus meletakkan zakat, ketika semua manusia telah diberi kekayaan oleh Allah Swt."

4. Imam Syafi'i, yang hidup selama lima puluh empat tahun, tetapi dia mampu memberikan berbagai sumbangan ilmiah yang orisinal.

5. Imam al-Ghazali, yang hidup selama lima puluh lima tahun, meninggalkan kekayaan ilmiah yang bermacam-macam.

6. Imam al-Nawawi, yang hidup selama empat puluh lima tahun, meninggalkan warisan yang sangat bermanfaat bagi kaum Muslimin secara menyeluruh; baik berupa hadits, fiqih; yaitu dari hadits empat puluhnya hingga penjelasannya atas hadits Muslim; dari metodologi fiqih hingga Raudhah al-Thalibin; dan lain-lain.

Begitu pula halnya dengan para ulama yang lain; seperti, Ibnu Arabi, al-Sarakhsi, Ibnu al-Jauzi, Ibnu Qudamah, al-Qarafi, Ibnu Taimiyah, Ibnu al-Qayyim, al-Syathibi, Ibnu Khaldun, Ibnu Hajar, Ibnu al-Wazir, Ibnu al-Hammam, al-Suyuthi, al-Syaukani, dan lain-lain yang memenunl dunia ini dengan ilmu dan keutamaannya.

Oleh karena itu, ada orang yang meninggal dunia sebelum dia mati. Umurnya telah habis padahal dia masih hidup. Tetapi ada orang yang dianggap masih hidup setelah dia meninggal dunia. Karena dia meninggalkan amal-amal yang saleh, ilmu yang bermanfaat, keturunan yang baik, dan murid-murid yang dianggap dapat memperpanjang umurnya. 

Demikian pembahasan mengenai Contoh-contoh Manusia Terbaik, Singkat Usia Namun Banyak Manfaat bagi Sesama. Semoga kita menjadi pelengkap daftar di atas, menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, menjadi hamba Allah yang tsiqoh terhadap Islam, dan menjadi pendakwahnya.

Wallahu a'lam.
Deni Kurnia
Deni Kurnia Teacher, Blogger, and Youtuber IG and YT : @kangdeni76