Syirik Akbar, Pengertian dan Jenis-jenisnya Menurut Al Qur’an

Gurudakwah.web.id – Syirik Akbar, Pengertian dan Jenis-jenisnya Menurut Al Qur’an. Sahabat Blog Guru Dakwah, sepantasnya kita waspada dan berhati-hati terhadap hal-hal penggugur keimanan kita. Belajar dan belajar terus untuk mengetahui dan memahami apa saja yang akan menghapus semua amal baik kita, dan berganti dengan dosa dan siksa. Salah satu penggugur iman adalah syirik. Syirik sendiri ada dua macam, yakni syirik Besar ( Syirkun Akbar) dan Syirik Kecil (Syirkun Ashghar). Dan yang akan kita bahas di postingan kali ini adalah syirkun akbar atau syirik besar.

Pengertian Syirik Besar ( Syirkun Akbar)

Syirik besar adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau setan, dan lainnya. Atau seseorang takut kepada orang mati (mayit) yang menurut perkiraannya akan membahayakan dirinya atau mengharapkan sesuatu kepada selain Allah.

Akibat Syirik besar

Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam neraka, jika ia meninggal dalam keadaan syirik dan belum bertaubat.

4 Macam Syirik besar

1. Syirik doa, yaitu di samping ia berdoa kepada Allah SWT, ia juga berdoa atau meminta kepada selain-Nya.

Allah SWT berfirman,

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ (٦٥

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)” ( QS Al Ankabut (29):65)


2. Syirik niyat, keinginan, dan tujuan. Yaitu ia menujukan suatu bentuk ibadah untuk selain Allah SWT.

Allah SWT berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ (١٥) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٦
)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS Hud, 11:15-16)


3. Syirik Ketaatan, yaitu menaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah.

Allah SWT berfirman,

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
(٣١)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(QS At-Taubah (9):31)

Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

4. Syirik Mahabbah (kecintaan), yaitu menyamakan Allah SWT dengan selain-Nya dalam hal kecintaan.

Allah SWT berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ (١٦٥
)

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)” (QS Al Baqarah (2):165)

Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.

Demikian uraian singkat mengenai Syirik Akbar, Pengertian dan Jenis-jenisnya Menurut Al Qur’an. Sahabat Blog Guru Dakwah, kita berharap kepada Allah SWT, semoga dijauhkan dari perbuatan-perbuatan syirik ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya, penuh keikhlasan dan ‘ittiba’ dalam beribadah kepada-Nya. Semoga kita bersama-sama memasuki jannah-Nya. Aamiin.

Selamat mujahadah,
www.gurudakwah.web.id

Belum ada Komentar untuk " Syirik Akbar, Pengertian dan Jenis-jenisnya Menurut Al Qur’an"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel