7 Tanda Tercapainya Kebahagiaan Hidup di Dunia

AbuFadli.com - Siapa yang tidak ingin hidupnya bahagia? Saya rasa semua orang ingin hidup bahagia. Semua orang berlomba untuk mencapai kebahagiaan hidup. Tentu cara pandang setiap orang tentang bahagia, akan berbeda satu sama lain. Beda sudut pandang, akan menentukan cara yang dipakai untuk beroleh kebahagiaan.

Ada cara yang sesuai syariat, tentu ada juga yang dengan menghalalkan segala cara. Kembali kepada cara pandang seseorang tentang bahagia itu. Namun secara Islam, apakah sebenarnya bahagia itu? Apa saja tanda-tanda atau indikator bahwa seseorang itu beroleh kebahagiaan hidupnya di dunia? 

Abufadli.com kali ini mengangkat tulisan tentang 7 Tanda Tercapainya Kebahagiaan Hidup di Dunia, yang merupakan saripati untaian kata-kata hikmah sang perawi hadits kepercayaan baginda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, yakni Ibnu Abbas Radiyallahu anhu. Berikut penjelasan ringkasnya tentang hal di atas.

7 Tanda Tercapainya Kebahagiaan Hidup di Dunia


Ibnu Abbas radiyallahu 'anhu menjelaskan, ada 7 Tanda Kebahagiaan Hidup di Dunia yang dicapai seseorang, yaitu :

1) Qolbun Syakirun  

Artinya, seseorang yang senantiasa bersyukur atas segala karunia dari Allahh SWT. Besar kecilnya rizki yang Allah beri, tak mempengaruhinya untuk bersyukur kepada Sang Maha Pemberi. Hidupnya qana'ah, menerima dengan ikhlas segala sesuatu nikmat dari Allah SWT. Akibatnya, hidupnya akan tenang, dan tidak berlebihan.

2) Al-Azwaju Shalihah

Artinya memiliki pasangan hidup yang shaleh/shalehah. Keduanya memiliki visi yang sama dalam menjalani kehidupan, berorientasi pada dakwah. Dalam istilah lain, terwujudnya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmah.

3) Al-Auladul Abrar

Yaitu memiliki anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, shaleh dan shalehah, selalu mendoakan ayah ibunya, dan meneruskan perjuangan orang tua untuk menegakkan syariah Islam di lingkup yang lebih luas.

4) Al-Biatu Sholihah

Artinya lingkungan yang kondusif. Pertemanan didasari akidah yang sama, saling mengingatkan dan saling menguatkan dalam kebenaran, dan juga saling bahu membahu dalam dakwah kepada Islam Kaffah.

5) Al-Malul Halal

Artinya harta yang halal. Rizki dari Allah yang didapatkan secara halal, begitu juga dalam penggunaannya, semua halal. Halalnya rizki akan mendorong pemakan dan pemakainya cenderung kepada kebaikan dan kebenaran.

6) Tafaquh Fid-Dien

Memahami agama. Pemahaman ini didapat dari intensitas seseorang dalam menuntutnya. Dalam jiwa seseorang yang Allah karuniakan rasa nikmat berusaha memahami agamanya, akan berdampak kepada semangat untuk mendalaminya, tanpa banyak alasan dan pembenaran. Pemahaman terhadap agama, diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

7) Umur yang barokah

Semakin bertambah hitungan usia, semakin bertambah amal kebajikan, inilah makna dari umur yang barokah, bukan sebaliknya. Juga, semakin tua seseorang, semakin dewasa dalam memahami dan mengisi hidupnya.

Maka jika tujuh tanda atau indikator ini ada pada diri sesorang, berbahagialah. Kebahagiaan hakiki tidak didasari banyaknya harta, tidak pula oleh tingginya jabatan dan status sosial. Kebahagiaan hakiki hanya dengan secara totalitas mengabdikan diri kepada Sang Ilahi.

Akhir kalam
Semoga kita, akhi, ukhti, mendapatkan tujuh Tanda Tercapainya Kebahagiaan Hidup di Dunia seperti yang digambarkan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhu di atas. Aamiin

Wallahu a'lam.

Selamat memperbaiki diri,