5 Cara Agar Harta Terasa Cukup dan Berkah


5 Cara Agar Harta Terasa Cukup dan Berkah. Kalau ditanya, siapa sih yang tidak mau hartanya berlimpah dan juga berkah? Kita sepakat dengan jawabannya, pasti MAU

Bagi mukmin, harta bukanlah tujuan utama dalam kehidupan di dunia ini. Harta sebatas alat atau penunjang bagi kelancaran dan ketenangan ibadah. Bagi mukmin, harta merupakan alat atau sarana untuk menggapai ridho Allah subhanahu wa ta'ala.

Bagi mukmin, harta yang ia peroleh harus memenuhi kriteria halal dalam semua aspeknya. Halal dari segi zatnya, halal dalam mendapatkannya, dan halal dalam pemanfaatannya.

Bagi mukmin, jumlah harta tidak menjadi jaminan kebahagiaan. Harta yang berkah, itulah yang didamba setiap jiwa. Namun, manusiawi juga jika mereka ingin mendapatkan yang lebih, harta berlimpah dan berkah. Sekarang, bagaimana cara agar harta kita berkah dan terasa cukup?

Cara agar harta berkah dan terasa cukup

1. Sadari bahwa harta adalah titipan dari Allah Subhanahu wa ta'ala

Jika kesadaran ini tetap bergaung dalam dada seorang mukmin, niscaya tidak akan merasa sombong ketika memilikinya, dan tidak akan rendah diri ketika ia raib dari hidupnya.

Kesadaran ini memunculkan motivasi berbeda bagi seseorang dalam hal cara mendapatkan dan cara memanfaatkan harta tersebut.

2. Sadari bahwa harta adalah salah satu media mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta'ala

Jika ini dimiliki kaum mukminin, maka tidak akan ada harta yang hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Semua akan terdistribusi secara adil dan proporsional. Kewajiban zakat dan anjuran sedekah, akan mampu tertunaikan dengan baik. Efeknya, yang kurang mampu di antara kaum mukminin akan terbantu dan terberdayakan.

3. Hilangkan paradigma, "Jika tak berhutang, bagaimana dapat memenuhi kebutuhan?"

Tidak sedikit yang memiliki paradigma, "kalau tak berhutang, tak mungkin bisa membeli kebutuhan". Ketika dihadapkan kepada suatu kebutuhan/keinginan tertentu yang harus dipenuhi dengan membeli, maka secara otomatis benaknya akan mengatakan, "ayo cari pinjaman".

Mungkin ada pertanyaan, "Ga salahkan orang yang memiliki hutang?". Tidak, tidak salah orang berhutang. Bahkan mungkin setiap orang pernah berhutang. 

Yang jadi PR kita adalah dengan cara bagaimana dan untuk memenuhi apa hutang tersebut. Berhutang ke bank, kosipa atau lembaga keuangan lainnya, pasti akan ada bunga atau jasa, yang notabene RIBA. Anda sepakat kan, bahwa RIBA haram secara mutlak bagi kaum mukminin.

Berhutang untuk membeli barang konsumtif, adalah sesuatu yang tidak bijaksana. Atau lebih parah lagi, bukan kebutuhan yang dipenuhi, namun hanya KEINGINAN.

4. Mencoba paradigma, "Punya uang beli, tak ada uang tahan dulu."

Berbeda dengan paradigma tadi, kita mencoba sebaliknya. Punya uang beli, tak ada uang tahan dulu. Ini akan memberikan dampak kita mampu membedakan mana KEINGINAN mana KEBUTUHAN. Jika semua adalah KEBUTUHAN, kita pun akan mampu memilah mana yang jadi prioritas untuk dipenuhi terlebih dahulu.

Emang bisa? Bisa. Banyak yang sudah mencoba dan membuktikannya. Seorang pengusaha muslim yang sukses, semisal Muhammad Karebet Wijayakusumah, dalam urusan keluarga dan bisnisnya, menghindarkan diri dari berhutang, apalagi riba. 

5. Mencukupkan diri dengan yang ada

Bahasa agamanya, qona'ah. Merasa cukup dengan apa yang Allah beri, merasa cukup dengan yang ada.

Sikap ini tak menghiraukan banyaknya rayuan keinginan, tak terpedaya dengan yang seolah-olah perlu. Dan, ujungnya, seorang mukmin yang memiliki sifat qona'ah, akan senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah subhanahu wa ta'ala.

Demikian 5 Cara agar harta yang kita miliki terasa cukup dan berkah di hadapan Allah. Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menjadi manusia yang pandai bersyukur, manusia yang pandai memanfaatkan segala yang dimiliki untuk menjemput keridhoan Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin.

Yu berubah ! (www.abufadli.com)