Yayasan Al-Maa'uun Cianjur : Masih Setia Menanti Transformasi


Kalau ditanya cikal bakal Yayasan Al Maa'uun Cianjur, dengan tegas dikatakan bahwa yayasan ini dicikalbakali Madrasah Diniyyah Nurul Huda. 

Madrasah ini berlokasi di Kampung Babakan Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande. Sebuah madrasah "warisan" seorang Ustadz , kemudian dikelola oleh Pak Ayi Supriatin. Di kurun tahun 1994-1995, Bersama beliau, Bu Noneng, dan saya sendiri, mengupayakan pengembangan madrasah Nurul Huda. 

Kesemarakan kegiatan di Nurul Huda, ditunjang juga dengan aktivitas RISMA (Remaja Islam Mesjid Al Muhajirin) yang menyelenggarakan aneka kegiatan keagamaan di madrasah ini.

Al Maa'uun, dari Masa ke Masa

Ini hanya sedikit yang terekam dalam memori saya, mungkin banyak yang luput. Bahwa berbicara Yayasan Al Maa'uun, adalah berbicara mengenai perjuangan, semangat, dan pengorbanan.

Perjuangan, tak mudah mengembangkan sebuah institusi pendidikan, hanya bermodalkan semangat. Perlu kerja yang luar biasa. Namun itu telah dibuktikan oleh para penggiat yayasan ini, berjuang membangun dan membesarkan Al Maa'uun.

Semangat, ya semangat. Tak terbayang di awal bahwa pembukaan MTs Al Maa'uun waktu itu bisa diliput media nasional, antara lain Majalah Gatra dan RCTI. Kok bisa? Begini ceritanya.

Tahun 1996 awal, ada perhelatan rally motor Jawa-Bali, dengan titik start di Jakarta. Sponsor utamanya sebuah merk minyak rambut, Brisk. Dan, sekali lagi dengan semangat, para pendiri Yayasan Al Maa'uun me-lobby panitia dan jadilah Yayasan Al Maa'uun menjadi pos pertama rally tersebut.

Sebagai pos pertama, di Yayasan Al Maa'uun diselenggarakan khitanan massal, bakti sosial, pengenalan yayasan, dan tentu acara ramah tamah seluruh peserta rally dengan seluruh civitas akademika MTs. Al Maa'uun.

Secara otomatis, seluruh kegiatan di Yayasan Al Maa'uun diliput media nasional. Keren kan? Salah satunya buah dari semangat.

Di tahun 1996 juga, sebelum bulan Ramadhan, MTs Al Maa'uun juga selama sebulan menjadi salah satu tempat syuting sinetron religi RCTI, dengan judul "Satria", yang ditayangkan selama bulan Ramadhan. Wah lengkap deh promosi sekolah ini, menjadi awal yang baik dan penuh optimistis.

Bagaimana Yayasan Al Maa'uun sekarang?

Alhamdulillah, bergerak maju. Kini sudah ada 2 unit pendidikan formal yang sudah berjalan. Ada MTs (madrasah tsanawiyah) dan MA (madrasah aliyah), selain RA (raudhatul athfal), TKA, dan MD (madrasah diniyyah).

Sudah selesaikah perjuangannya? Belum. Masih banyak yang harus dibenahi, masih memerlukan berlipat semangat dan strategi agar persekolahan Al Maa'uun bisa bersaing dengan yang lain. 

Masih perlu aneka pengorbanan agar Persekolahan Al Maa'uun bisa berdiri tegap di hadapan masyarakat, dan menjadi harapan untuk mencetak generasi bangsa yang Islami dan berkarakter.

Dan, kesemangatan dan pengorbanan itu, harus tetap berkaca pada langkah-langkah awal membangun Yayasan Al Maa'uun, agar khiththah-nya tetap terjaga.

Bravo Al Maa'uun !
(www.abufadli.com)
Deni Kurnia
Deni Kurnia Seorang Pembelajar, tak Lebih