Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Pekerjaan Tak Bergengsi, tapi membuat Dompet Berisi

Contoh Pekerjaan Tak Bergengsi, tapi membuat Dompet Berisi


Terkadang ada di antara kita yang merasa malu untuk bekerja yang menurutnya tidak bergengsi bahkan "hina". Imbasnya, para pencari kerja berlomba memasuki dunia kerja yang "bergengsi". Pekerjaan yang "kurang bergengsi" tadi, ternyata dalam banyak kasus, mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit. Atau istilah saya, mampu membuat dompet berisi hehe....

Saya iseng "mewawancarai" beberapa orang dengan pekerjaan yang bermacam-macam. Tentu sambil bermodus membeli dan memakai jasanya.

Perbincangan-perbincangan sederhana ini justru membuka mata saya, bahwa sebuah pekerjaan sesederhana bagaimanapun, jika ditekuni sepenuh hati, akan mendatangkan hasil yang oftimal.

Kita juga pernah melihat mungkin, pekerjaan-pekerjaan sederhana di perkampungan, namun mampu menopang roda hidup para pelakunya. Bahkan tak jarang kita membaca berita, anak petani yang mampu menyekolahkan putranya ke jenjang sarjana. Atau tukang beca yang anaknya bisa lulus fakultas kedokteran.

Contoh Pekerjaan Tak Bergengsi, tapi membuat Dompet Berisi


Berikut, beberapa pekerjaan kurang bergengsi namun upahnya lumayan besar, antara lain:

1) Tukang rujak uleg

Menurut salah seorang pedagang rujak uleg, dengan modal sekitar 50 ribu, rata-rata tiap hari ia membawa pulang keuntungan sekitar 100 ribu rupiah. Kalau sebulan, sekitar 3 juta. Besar juga, kan? Apalagi ketika pembelinya "bermobil", biasanya kembalian-kembalian pembelian diberikan kepada penjual. Jadi bertambahlah keuntungan si pedagang.

2). Tukang pangkas rambut

Dengan asumsi sehari "nyukur" 20 orang, dengan upah 10 ribu, berarti sehari ia mendapat 200 ribu rupiah. Total sebulan, sekitar 6 juta. Wow kereen! bahkan bisa melebihi para pekerja pabrikan, atau juga para tenaga honorer di instansi-instansi.

3). Tukang Mainan dan ATK

Di sekolah, tempat kerja, saya sering melihat dan ngobrol dengan seorang tukang mainan dan ATK yang setiap hari berjualan di lingkungan sekolah. Menurutnya, penghasilan perhari rata-rata mendapatkan sekitar 50 ribu rupiah laba bersih. Jika ia berjualan 20 hari, maka sebulan labanya 1 juta rupiah. Sebuah nilai yang besar, meengingat ia berjualan hanya 1-2 jam perhari.

4). Pengepul rongsokan

Seorang pengepul rongsokan di tempat kerja saya, yang juga penjaga, setiap hari mengumpulkan plastik-plastik bekas jajanan di sekolah, lalu ia jual. Ternyata kalau dihitung per bulan, ia bisa mendapatkan penghasilan sekitar 1 juta. Jumlah yang besar juga ya....

Kalau dirinci lagi aneka pekerjaan sederhana, namun menghasilkan penghasilan yang lumayan, tentu banyak sekali.

Jika orientasinya status sosial, tentu aneka pekerjaan tersebut tidak bergengsi. Namun jika penghasilan yang dituju, pekerjaan di atas bisa menjadi alternatif. Mau nyoba? hehe....