Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

40 Langkah untuk Mencari Berkah Setelah Nikah


Dalam Islam, nikah adalah sebuah ibadah yang terpanjang dan terlama. Tujuan pernikahan, selain untuk menyalurkan naluri ketertarikan kepada lawan jenis ( gharizah an-nau), juga menjadi jalan untuk keberlangsungan lahirnya generasi-generasi Muslim unggul berikutnya. Sudah lumrah, ketika kita menemui pengantin baru misalnya, ucapan yang sering terlontar dari tamu adalah, "semoga pernikahanmu SAMAWA, sakinah mawaddah warrahmah".

Untuk mencapai pernikahan penuh keberkahan, tentu harus diawali dengan prosesi pernikahan yang sesuai syari'at. Sesuatu yang baik harus diawali dengan cara yang baik. Setelah pernikahan, kita bisa melakukan beberapa langkah untuk menjemput berkah.

40 Langkah Mencari Berkah Setelah Nikah


1). Bukan tentang pertandingan Barca melawan Real Madrid, tapi tentang mencari barcah (dibaca: berkah) pasca married (nikah).

2). Berkah itu amat penting. Jika tak ditemui dalam perjalanan rumah tangga, suasana bisa menjadi genting, dan aneka masalah akan datang menambah pening.

3). Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang mendoakan pengantin baru dengan doa: ‘bir rifa-i wal banin’. Semoga kalian rukun dan banyak anak. Doa ini tak diajarkan dalam Islam. Doa untuk pengantin yang benar adalah

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasa`iy, dan Ibnu Majah).

4) Doa terpenting adalah mendoakan keberkahan. Jika rumah tangga berkah, suami istri dan anak akan betah, dan muncullah sakinah.

5) Makna berkah adalah ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Jika kebaikan tak bertambah, bukan berkah yang didapat, melainkan musibah. Maka segeralah bertaubat kepada Allah.

6). Sakinah bermakna betah. Jika rumah tangga beroleh sakinah, setiap masalah akan  terselesaikan dengan mudah, atas kuasa Allah Yang Maha Pemurah.

7). Rumah tangga itu ibarat sawah. Tergantung sang empunya mau menanam apa. Jika ditanami padi, selain padi akan tumbuh pula rumput. Jika menamam rumput, tak mungkin padi ikut tumbuh. Artinya, setiap kebaikan yang diusahakan di rumah tangga, akan ada keburukan yang menghantui. Namun jika rumah tangga hanya ditaburi keburukan, kebaikan tak akan menyertai.

8). Jika suami atau istri mulai berulah, pasangan akan marah-marah. Jika  orang lain mulai ikut campur memperkeruh masalah, hati mulai gundah, semuanya bermula dari hilangnya berkah.

9). Jangan buru-buru curhat ke sahabat. Siapa tahu dia yang akan menambah masalah semakin berat.

10). Coba cek dulu di rumah tangga, apakah berkah sudah ada dalam keluarga. Jika tidak ada, segera buat usaha, disertai doa, agar berkah kembali ada.

11). Perlu diingat, perkara rumah tangga bukan sekedar bahas aspek teknis, namun juga aspek non teknis. Saat nilai agama dijadikan basis.

12).Bagaimana dan dari mana memulainya? Jadikan taqwa sebagai visi bersama yang utama. Keberkahan berawal dari ketaqwaan yang tercermin dalam sikap dan perbuatan.

13). Bukan takwa namanya, jika setiap saat yang banyak dibicarakan adalah kemana liburan, di mana makan, dan serba serbi rumah idaman.

14). Apa yang sering dibicarakan, itulah yang menjadi visi keberlangsungan keluarga. Orang tua cinta dunia, anak pun jauh dari agama.

15). Jika agama dan amal akhirat yang sering diperbincangkan dan dilakukan, maka rumah pun akan menemui keberkahan..

16). Maka periksa dialog antar anak. Jika masih seputar mainan atau uang yang banyak, tanda nilai taqwa belum sampai kepada mereka.

17). Bermula dari sekadar tema pembicaraan, menentukan datangnya keberkahan. Maka bicarakan kepada anak tentang agama dengan cara menyenangkan.

18). Jika taqwa telah rutin dibincangkan, kemudian jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan. Hanya keluarga yang rutin bangun pagi yang diberkahi.

19). Rasul mendo’akan umatnya yang aktif bangun pagi agar dapat berkah. Sebab orang yang bangun kesiangan tanda pribadi yang bermasalah.

20). Masalah keluarga bermula dengan menganggap bangun kesiangan sebagai hal biasa. Padahal ini adalah petaka rumah tangga.

21). Sebagian besar anak yang candu narkoba dan terpapar pornografi memiliki ciri susah bangun pagi. Sudah terbiasa kesiangan sejak dini.

22). Maka, jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan di dalam keluarga. Agar keberkahan datang menyapa. Masalah perlahan sirna.

23). Dan setelahnya mari perbanyak keberkahan lewat interaksi terhadap qur’an. Sebab qur’an sebagai bukti keberkahan dari Allah Ar-Rahman.

24). Rumah tangga tanpa qur’an ibarat kuburan. Nampak sepi dan menyeramkan. Malaikat datang merasa sungkan. Masuk rumah pun enggan.

25). Jangan biasakan musik lebih terdengar daripada qur’an. Keberkahan kian terusik berganti hingar bingar kesia-siaan.

26). Telinga anak yang terbiasa mendengarkan qur’an, kan lebih mudah terajak kebaikan. Saat di luar rumah tak terpengaruh teman.

27). Dan harus pula jadi fokus orang tua tuk cari tempat tinggal yang diberkahi-Nya. Salah satunya dekat dengan masjid atau musholla.

28). Salah memilih tempat tinggal awal dari pengasuhan yang gagal. Padahal anak dipengaruhi oleh lingkungan, maka cari tempat tinggal yang aman.

29). Jika rumah lebih dekat dengan masjid maka anak terdidik menjadi ‘abid. Jika lebih dekat dengan pasar, ia terlatih puaskan syahwatnya yang liar.

30). Saat pilih lokasi rumah, jangan terpesona investasi tanah. Tanyakan dimana masjid tempat ibadah. Ini awal keluarga berkah.

31). Sebagaimana Ibrahim Ayah teladan memberi pengajaran. Lebih pilih rumah jauh di tanah tak bertuan asal dekat dengan masjid baiturrahman.

32). Jika masalah datang berulang kali, bisa jadi saat berkeluarga salah milih lokasi. Keberkahan akhirnya pergi enggan tuk kembali.

33). Selanjutnya, jangan abaikan kebiasaan bermain hujan. Dalam air hujan ada keberkahan. Ini janji Ar-Rahman yang tertulis dalam qur’an (lihat surah Qaaf ayat 9).

34). Dalam hujan gerimis tercipta suasana romantis. Dalam hujan lebat, cinta makin tertambat. Ajak keluarga main hujan supaya datang keberkahan.

35). Bagi yang hendak bercerai, cobalah dulu bermain hujan dengan pasangan. Hubungan yang retak tiba-tiba terganti cinta yang menghentak.

36). Sebagai penutup, pintu keberkahan keluarga mengucur deras dalam aktivitas makan bersama. Ini adalah ajaran Rasul yang mulia.

37). Bukan sekadar maknyuss nya makanan yang kau rasa. Tapi kebersamaan saat makan itu yang jadi tujuan utama. Berkah selalu dalam keluarga.

38). Luangkan waktu dalam sepekan untuk makan bersama. Ini juga sebagai upaya tuk cairkan suasana. Saling berbagi cerita. Tercipta mesra.

39). Tips berkah ini silahkan dicoba bagi yang sudah berumah tangga. Yang masih jomblo, ya imajinasikan aja. Siapa tau jodoh datang segera.

40|). Jadi sebelum minta bantuan pihak ketiga dalam masalah rumah tangga anda, ajak keluarga mencari berkah bersama.

Inspirasi
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, dan Seorang Pembelajar