Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tukang Copas Strategi Jahil Kafir Quraisy

Pada tahun ke-6 Hijriyah, terwujud perjanjian Hudaibiyah, antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy. Sejarah mencatat, ketika pembahasan poin-poin perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah Muhammad dan kaum Quraisy yang diwakili Suhail bin Amru.

Pada awalnya kaum Muslim merasa bahwa perjanjian ini adalah sebuah kekalahan, minimal sebuah kemunduran yang sangat menyakitkan, walau kenyataannya sebaliknya.

Tapi yang hendak saya soroti adalah, bagaimana kaum jahil Quraisy, yang menunjukkan ketidaksukaannya yang sangat pada kaum Muslim, bahkan pada hal yang sederhana.

Ketika ditulis di awal perjanjian "Bismillahirrahmaanirrahiim", maka kaum Quraisy sudah protes, padahal hal yang sangat sederhana, tapi menurut mereka sangat penting.

Suhail bin Amru bahkan mempermasalahkan diksi ini, lalu diminta untuk mengganti sesuai tradisi nenek moyang mereka, yaitu diksi "Bismika Allahumma", begitu katanya.

Padahal artinya kurang lebih sama, hanya kaum Quraisy jahil yang diwalili Suhail, terlihat tidak mau memberikan "angin" bagi kaum Muslim untuk syiarnya sekecil apapun.

Sama ketika dituliskan nama "Muhammad Rasulullah", Suhail kembali meminta agar diksi itu diganti menjadi "Muhammad bin Abdullah". Karena dia tak mengakui kerasulan Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.

Kaum dzalim, takkan ridha dengan kaum Muslim dan syiar mereka, pasti senantiasa akan mengecilkan, merendahkan, meminimalisir, semua berkaitan dengan dakwah dan syiar Islam.

Bila mereka tidak bisa menghapuskan, mereka akan carikan gantinya, bila belum bisa mengganti, minimal menyamakan dengan hal yang lain, menyainginya.

Maka jangan heran kalau di masa kini juga ada hal serupa, bisa jadi terinspirasi dari kaum jahil di masa lalu. Intinya, ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka.

Rasulullah mulai dianggap seolah manusia biasa seperti kita, lafadz basmalah mulai dianggap Arabisasi, jilbab mulai dianggap tak wajib, salam mau diganti dengan yang lain, ayat di kitab suci dianggap tak lebih berharga dari ayat konstitusi, dan lain-lain.

Takkan berhenti hal-hal begini, sebab ide mereka sudah jelas, agama ingin diganti dengan hal yang lain. Maka jangan heran kalau agama dijadikan musuh, pemikirannya selevel kaum jahil.

Ah, dasar tukang copas keburukanšŸ˜¬
------------------
Sumber Opini Inspiratif DI SINI

#copas #kaumjahil #quraisy #hudaibiyah #salampancasila
Deni Abu Fadli
Deni Abu Fadli Banyak khilaf namun penuh harap, bisa sehidup dan sesyurga bersama