Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Makna Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, dan Syafahallah

Pernah menengok teman yang sakit? Atau pernah membaca status teman yang mengatakan bahwa ia sedang sakit? Atau mendapat kabar bahwa seseorang sedang sakit. Nah, terkadang kita menjadi bingung saat ingin memberikan ucapan ketika ada teman, saudara, atau tetangga yang sedang sakit tersebut. Ucapan dalam bahasa Arab tentunya. Kalau dalam Bahasa Indonesia, tak ada masalah. Apakah harus mengucapkan/menulis syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah. 

Melalui posting sederhana ini, kita akan mencoba mencari tahu perbedaan dari syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah.

Sebuah doa untuk orang sakit, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, menjadi salah satu referensi pengambilan kata "syafakillah atau syakallah".

"Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman"
Artinya: "Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Perbedaan makna syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah

  • Syafakallah (Semoga Allah menyembuhkanmu), dipakai untuk mendoakan orang kedua (kamu/engkau/Anda), LAKI-LAKI
  • Syafakillah (Semoga Allah menyembuhkanmu), dipakai untuk mendoakan orang kedua (kamu/engkau/Anda), PEREMPUAN
  • Syafahullah ( Semoga Allah menyembuhkan dia), dipakai untuk mendoakan orang ketiga (Ia/dia), LAKI-LAKI
  • Syafahallah ( Semoga Allah menyembuhkan dia), dipakai untuk mendoakan orang ketiga (Ia/dia), PEREMPUAN

 Doa lain yang senada untuk mendoakan kesembuhan orang kedua (kamu/Anda/engkau)

 Untuk Perempuan: 

"Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"

Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.


Untuk laki-laki:

"Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"
Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.

Bagaimana jawaban untuk syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah?

Jawabannya cukup : Aamiin (semoga Allah memperkenankan doa) atau jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu)

Keutamaan menjenguk dan mendoakan orang sakit

1. Berada di kurfatil jannah ( taman buah surga )

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

"Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus- menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang (kembali)." (HR. Muslim no. 6498).

2. Dimintakan ampunan kepada Allah oleh 70.000 malaikat

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ

"Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga. (HR. At-Tirmidzi no. 969)

Nah itu tadi perbedaan makna syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah. Jangan salah mengucapkan atau menulisnya. Dan yang utama, asah rasa empati untuk mengusahakan selalu menjenguk dan mendoakan orang yang sakit untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan di atas. In sya Allah!

Referensi : DETIK