Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Kriteria Guru Hebat, Termasuk Yang Mana Kita?


Guru hebat, memang sangat nisbi atau relatif dalam penilaiannya, tergantung dari sisi mana memandang dan menilainya. Dari sisi aturan, guru hebat dinilai antara lain dari kelengkapannya membuat administrasi pembelajaran. 

Dari sisi tingkat pendidikan, sesuai undang-undang, guru itu pendidikannya minimal sarjana. Sarjana, atau Sri Janha, yang dalam bahasa India diartikan sebagai PEMBAHARU. artinya, guru hebat itu harus SARJANA, atau memiliki jiwa pembaharu.

Kalau sang guru tidak memiliki jiwa pembaharu ( mujadid), tentunya, menurut pengertian di atas, ia tak layak jadi guru.

Tentu masih banyak sisi penilaian mengenai guru hebat. Namun, secara sederhana saya kutip sebuah pendapat, bahwa guru hebat itu memiliki setidaknya 3 kriteria.

#Guru Hebat itu...DISENANGI KETIKA DIA ADA

Menjadi guru yang disenangi muridnya, bukanlah tujuan pokok menjadi guru. Namun, bila kehadiran kita, disenangi mereka, menjadi nilai plus juga. Terkadang, ada siswa yang senang kepada pelajaran tertentu karena faktor menariknya personaliti si gurunya.

# Guru Hebat itu....DINANTI KETIKA BELUM ADA

Terhadap guru yang disenanginya, biasanya siswa selalu menanti kehadirannya. Mereka merasa rugi bila guru tersebut tidak menyapa dan memberikan kucuran ilmu dan keteladanannya. Guru yang senantiasa dinantikan kehadirannya, mampu memberikan dan memacu motivasi siswanya untuk selalu gigih dalam belajar. Untuk tipe guru seperti ini, patutlah berbahagia.

# Guru Hebat itu...DIRINDUKAN KETIKA SUDAH TIADA

Guru yang dicintai dan disenangi muridnya, ketika sudah tiada, wafat ataupun mungkin pindah, akan senantiasa dikenang. Kepribadiannya, cara bergaulnya, dan semua aspek personalitinya.

Demikian 3 kriteria guru hebat yang sangat ideal dan tentunya diinginkan setiap guru. Namun secara jujur, apakah kita termasuk dalam 3 kriteria tersebut. Hanya 2, hanya 1, atau bahkan tidak sama sekali.

Jangan-jangan, sebagai guru kita tidak disenangi ketika ada, atau tidak dinanti ketika belum hadir, dan yang lebih ironis, para murid merasa gembira ketika kita tiada. Naudzubillah.....

Guru hebat itu, disenangi ketika dia ada, dinanti ketika belum ada, dan dikenang ketika sudah tiada. Mudah-mudahan 3 kriteria itu ada dalam kepribadian kita....aaamiin...
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, dan Seorang Pembelajar