Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Al-Quran: Mukjizat, Jawaban Kegalauan dan Tantangan Berfikir

Rasulullah Muhammad adalah pamungkasnya para Nabi, tak ada lagi nabi setelah beliau, karena itulah kurikulum yang diturunkan pun adalah kurikulum yang paripurna untuk selamanya

Penggenap ajaran para Rasul yang datang sebelumnya, yang menyelesaikan tugas-tugas kenabian yang ada. Maka sudah wajar Rasulullah Muhammad dibekali dengan yang tak pernah ada sebelumnya

Para nabi sebelum beliau, diberikan tugas atau risalah yang harus disampaikan, juga mukjizat sebagai bukti untuk ummatnya. Tapi risalah dan mukjizat ini adalah hal yang berlainan

Nabi Musa membawa taurat sebagai risalah, dengan mukjizat tangan bercahaya, terbelahnya laut. Nabi Isa membawa injil sebagai risalah, mukjizatnya makanan dari langit, berbicara sejak bayi, dan sebagainya

Tiap-tiap Nabi diangkat oleh Allah, maka hilanglah mukjizatnya, hilang pula bukti penguat dari risalahnya. Hingga manusia bisa menyimpangkan dan menyelewengkan ajaran sebenarnya

Tapi tidak dengan Rasulullah Muhammad, yang risalahnya adalah mukjizat itu sendiri. Tak terpisahkan sampai akhir masa. Al-Qur'an adalah petunjuk sekaligus bukti penguat. Kebenaran dan keindahan

Karena setelah Rasulullah tak ada lagi Nabi, karena itu harus ada argumen yang kelak membuat manusia tak bisa lagi beralasan, "Kami tidak beriman karena belum ada bukti". Sebab Al-Qur'an adalah mukjizat itu sendiri

Lihat di https://youtu.be/nR2dXxAm10s

Mukjizat Gaya Bahasa Al-Qur'an


Al-Qur'an memiliki tantangan yang ada di dalamnya, "Bila kalian memiliki keraguan atas Al-Qur'an ini (bahwasanya ia berasal dari Allah), maka datangkanlah satu surat yang semisalnya". Begitu dalam QS2:23

Bukan hanya hari ini orang-orang meragukan Al-Qur'an, berbagai macam tuduhan diberikan. Mulai dari perkataan bahwa Al-Qur'an adalah karangan Nabi Muhammad, sampai tuduhan Al-Qur'an hanya plagiat Injil

Tapi kesemuanya batal dihadapan tantangan Al-Qur'an itu. Mereka tak mampu membuat yang semisalnya

Al-Qur'an turun bertahap dalam 23 tahun, ia adalah keajaiban dengan lisan Nabi Muhammad sebagai perantaranya. Tanpa editing, tanpa koreksi, Al-Qur'an tersusun rapi tanpa cela atau kontradiksi, sempurna baik narasi maupun diksi, sangat detail dan presisi

Mereka yang beriman pada Al-Qur'an, ataupun mereka yang mengingkari Al-Qur'an, sama-sama tidak bisa membantah kehebatan dan superioritasnya atas perkataan manusia

Itulah Al-Qur'an, yang gaya bahasanya unik dan menarik. Tersusun rapi dalam tiap-tiap bagiannya, penuh pelajaran dalam tiap surah-nya, dan keajaiban dalam tiap ayat-nya, keberkahan dalam tiap huruf-nya

Dan sampai sekarang tantangan itu masih berlaku

Lihat di https://youtu.be/SAvCG-0M3zU

Bagaimana Al-Qur'an Menjawab Semua Keraguan

Para petinggi Quraisy bukanlah orang yang tak terdidik. Mereka terpelajar, tau tentang banyak hal, jago dalam urusan pemerintahan, dengan kemampuan tata bahasa lebih daripada rata-rata. Dihormati oleh manusia, banyak terlibat dalam urusan orang banyak, dan selalu diandalkan dalam urusan masyarakat

Karenanya, ketika turun ayat Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, Amru bin Hisyam yang dijuluki Abul Hakam (Sang Bijak) oleh kaumnya, tahu persis tentang keistimewaan Al-Qur'an, dan juga tahu betul keutamaan Nabi Muhammad, tapi ia menolaknya. Karenanya ia dijuluki Abu Jahal (Sang Bodoh), oleh Rasulullah

Begitu pula petinggi Quraisy yang lain Walid bin Mughirah, yang kefasihan bahasanya membuat ia ditunjuk sebagai negosiator dan juru bicara bagi kaum Quraisy. Ketika berdiskusi dengan Rasulullah, mengetahui betul kualitas Al-Qur'an, bahwa ia bukan buatan manusia, bahkan merasa sangat terancam karenanya

Berkali-kali kaum Quraisy berusaha untuk mencari kelemahan Al-Qur'an, dan selam itu pula mereka menemukan bahwa Al-Qur'an tidak lain memberikan kepada mereka kecuali keindahan, kebenaran, dan teguh diatas tantangan-tantangan yang mereka adakan terhadap Al-Qur'an

Kaum Quraisy menolak kebenaran Al-Qur'an, tapi tidak bisa menafikkan keindahannya. Mereka meyakini Al-Qur'an itu berasal bukan dari Nabi Muhammad, tapi tetap tak mau menerimanya. Karena konsekuensinya berarti mereka harus tunduk dan mengikut pada aturan Al-Qur'an

Jadi apa yang menyebabkan orang-orang menolak Al-Qur'an meski jelas mukjizatnya? Jelas bukan karena berpikir. Melainkan karena mereka harus mengingkari akalnya, mengingkari fitrah dan hatinya. 

Lihat di https://youtu.be/TEI5JCvyhg4

Buku Paling Berpengaruh Yang Pernah Ada

Gaya bahasa Al-Qur'an tidak pernah bisa ditandingi oleh orang-orang Arab, walaupun Al-Qur'an ditulis dalam bahasa mereka, meskipun mereka sangat membanggakan kemampuan bahasa dan gubahan syair mereka

Ini adalah bentuk bukti yang datang dari Sang Pencipta, bahwa dengan gaya bahasa, penyusunan, dan makna yang tak bisa ditandingi manusia manapun, Al-Qur'an membuat siapapun yang menentangnya terdiam

Tapi, mukjizat lain dari Al-Qur'an, yang juga tak bisa dibantah, dan langsung bisa dirasakan meski seseorang tak memiliki kemampuan berbahasa Arab, adalah kemampuannya untuk mengubah manusia

Andai komunikasi itu bertujuan untuk bisa mengubah manusia, maka Al-Qur'an adalah kitab yang paling komunikatif. Ia adalah kitab yang mengubah manusia secara masif, cakupannya luas, dengan cepat, dan hasilnya permanen. Jelas-jelas buku paling berpengaruh

Dan itulah rahasia dibalik kebangkitan kaum Muslim. Dari bangsa Arab yang gemar berperang satu samalain dan terisolasi, dengan kehidupan yang rendah dan susah, mereka berubah sejak di-install Al-Qur'an

Kemampuan Al-Qur'an dalam mengubah manusia ini kemudian terus berlangsung. Sejak masa Rasulullah hingga sekarang. Entah berapa milyar manusia yang sudah berubah karenanya, dan terus bertambah

Lihat di https://youtu.be/4Dl-bkzwwAY

Jawaban Segala Kegalauan

Iman itu adalah dasar dari segala dasar, pemikiran paling fundamental yang dibangun semua pemikiran lain diatasnya. Cara pandang kehidupan, prinsip di dalam hidup, asal muasal semuanya

Dalam Islam, iman adalah keyakinan tentang Allah adalah segala-galanya. Dari Allah kita berasal dan kepada Allah kita akan dikembalikan, karena itulah semasa di dunia, hanya kepada Allah kita menyembah

Bila keyakinan ini sudah mewujud dan berdasarkan dalil atau argumen, maka seseorang akan kuat dalam kehidupannya, sebab ia akan senantiasa mendasarkan segala sesuatu pada Allah semata

Ia tidak akan mengutamakan dunia yang sementara, sebab lebih memilih apa yang Allah janjikan di surga-Nya. Dia akan kuat menanggung beban dalam ketaatan, sebab lebih takut akan siksa Allah

Karena iman Islam itu memberikan sebuah pemahaman. Ketika Allah menciptakan manusia, maka Allah juga memberikan seperangkat aturan yang membuat manusia itu bisa maksimal menjalani hidup

Tidak hanya itu, seorang Muslim juga meyakini bahwa setelah mati, maka dia akan dihisab oleh Allah berdasarkan aturan yang sudah Allah tentukan. Apakah sesuai atau tidak dengan perintah-Nya

Inilah iman yang produktif, iman yang berasal dari proses berpikir. Iman yang menghasilkan keyakinan yang berdasar bukti, dan pada akhirnya akan berpengaruh menjadi sebuah perbuatan

Lihat di https://youtu.be/pI8dus9aY_A

Sumber: Buku Beyond The Inspiration