Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mentoring Remaja Bagian 6: Membuktikan Kebenaran Al-Qur'an


Materi kali ini yang akan di-share adalah Mentoring Remaja Bagian 6: Membuktikan Kebenaran Al-Qur'an. Materi rutin pertemuan/kajian keislaman untuk remaja khususnya, untuk kaum muslimin umumnya yang haus dengan keilmuan Islam. Materi keenam ini, para peserta mentoring/kajian diajak untuk berfikir tentang membuktikan kebenaran Al-Qur'an.

Pertemuan ke-6 Membuktikan Kebenaran Al-Qur'an


1. Kemungkinan asal-usul Al-Quran
     Kalau kita mempelajari Al-Quran, kita akan menemukan fakta dan informasi bahwa:
  • Al-Qur'an berbahasa Arab asli (fushah)
  • Diturunkan di Arab
  • Dibawa (diucapkan pertama kali) oleh manusia bernama Muhammad
Maka ada beberapa kemungkinan sumber atau asal-usul Al- Qur'an ini:
  1. Karangan Bangsa Arab
  2. Buatan Muhammad
  3. Firman Allah SWT

2. Isi Al-Quran banyak yang bertentangan dengan budaya bangsa Arab
  • Pada saat orang Arab menyembah patung dan tuhan-tuhan yang banyak, Al-Quran menentang penyembah patung dan tuhan-tuhan yang banyak.
  • Coba kita fikir, budaya Arab memaklumkan (terbiasa dengan) zina, miras, judi, riba, pelecehan wanita.
  • Ternyata Al-Quran mengharamkannya.
  • Mana ada manusia berkumpul untuk membuat peraturan yang menyusahkan atau mencela diri mereka sendiri?
  • Mana ada sekelompok orang yang bersepakat untuk menyerang, membantah dan menjelek-jelekkan perilaku dan kebiasaan-kebiasaan mereka sendiri?
  • Berarti, Al-Quran bertentangan dengan budaya Arab.
3. Suku Quraisy penolak pertama Al-Quran

  • Perlu kita ketahui bahwa Al-Quran adalah berbahasa Quraisy asli (bahasa suku sekitar Ka'bah), bukan bahasa arab suku yang lain.
  • Dan ternyata orang- orang Quraisylah yang pertama menolak Al-Quran.
  • Bahkan mereka menangkap dan menyerang orang-orang yang menyiarkan Al-Quran.
  • Mana mungkin mereka yang membuat Al-Quran?
  • Arab Quraisy seharusnya kita sebut sebagai musuh pertama dan utama Al-Quran, bukan malah kita sebut sebagai bangsa pengarang Al-Quran.
4. Tantangan Al-Quran kepada bangsa Arab

  • Al-Quran menantang orang Arab untuk membuat 10 surat yang bisa menyamai Al-Quran:

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَٰتٍ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

"Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar"." (QS. Hud [11] : 13)

  • Ketika bangsa Arab tidak ada satu pun yang sanggup memenuhi tantangan Al-Quran, tantangannya pun diturunkan:

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ

وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah [2] : 23)

  • Namun, sampai saat ini orang-orang Arab tak ada yang bisa memenuhi tantangan itu.
  • Jadi, Al-Quran jelas bukan buatan bangsa Arab.

5. Contoh tandingan Al- Quran

Suatu ketika, Amr bin al-‘Ash, sebelum masuk Islam, pernah diutus kepada Musailamah al-Kadzdzab. Musailamah lalu bertanya, “Apa yang saat ini turun kepada sahabatmu (Muhammad) di Makkah?”

Amr menjawab, “Sesungguhnya baru saja turun kepada Muhammad satu surah yang ringkas tetapi padat isinya.”

“Apa itu?” tanya Musailamah lagi.

Amr kemudian membaca surat al-‘Ashr:

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103]: 1-3)

Musailamah lalu berpikir sejenak. Ia kemudian berkata, “Sesungguhnya kepadaku juga baru saja turun wahyu yang serupa.”

“Apa itu?” tanya Amr.

Musailamah lalu membaca,

يَا وَبْر يَا وَبْر، إنَّمَا أَنْتَ أُذُنَانِ وَصَدْرٌ، وَسَائِرُكَ حَفْرٌ نَقْزٍ

“Hai kelinci, hai kelinci; Sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada; Dan semua jenismu suka membuat lubang.”

Setelah itu Musailamah bertanya, “Amr, bagaimana pendapatmu?”

“Demi Allah, engkau pasti tahu, bahwa aku tahu, sesungguhnya engkau ini pendusta!” jawab Amr. (Ibn Katsir, Tafsir al Qur’an al-‘Azhiim, 8/479)


6. Testimoni Walid bin Mughirah

  • Walid bin Mughirah adalah seorang tokoh kafir sastrawan Quraisy.
Dia pernah berkata:

Aku adalah orang yang paling tahu tentang syair Arab. Tak ada yang lebih pandai tentang hal itu kecuali aku. Sungguh apa yang dibaca Muhammad itu bukanlah ucapan manusia. Dia itu tinggi, tak ada yang lebih tinggi darinya.” (Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah, II, hal. 148)


7. Muhammad seorang buta huruf


  • Muhammad adalah seorang yang buta huruf hingga akhir hayatnya.
  • Buta huruf bukan berarti bodoh! Rumitnya huruf Arab dan minimnya media tulis waktu itu membuat buta huruf adalah biasa.
  • Adalah hal yang lumrah bila seorang menjadi buta huruf Arab pada waktu itu.
  • Yang tidak lumrah adalah seorang buta huruf bisa membuat untaian kata yang hebat dan sebanyak Al-Quran.
  • Seorang penyair saja membutuhkan ilmu syair, membaca syair-syair lain, mencatat inspirasinya ketika mendapat inspirasi, menata kata-kata, mengutak-atik rima dan menuliskannya.
  • Semuanya itu adalah aktifitas seorang yang bisa baca tulis.
  • Bagaimana mungkin seorang buta huruf bisa mengarang untaian kalimat sehebat dan sebanyak Al-Quran!

8. Gaya bahasa hadist berbeda dengan Al-Quran

  • Yang keluar dari lisan Muhammad bukan cuma Al-Quran, tapi juga hadist.
  • Nah, antara hadist dan Al-Quran itu beda gaya bahasa dan ungkapan-ungkapannya.
  • Hadist itu lugas dan biasa, sedangkan Al-Quran adalah indah dan dahsyat.
  • Bahkan bisa dikatakan gaya hadist adalah gaya bahasa orang yang awam. Bahasanya orang Arab kebanyakan.
  • Sedang Al-Quran itu untaian kata yang agung, indah dan dahsyat. Ungkapan-ungkapannya pun hebat.
  • Dan antara hadist dengan Al-Quran konsisten dalam gayanya masing-masing. Hadist begitu-begitu saja.
  • Al-Quran pun konsisten dengan keindahan dan keagungannya. Dan perbedaan antara keduanya juga konsisten.
  • Tidak ada kemiripan dari gaya bahasanya.
  • Sampai-sampai tidak ada kemiripan sama sekali dalam gaya bahasa antara ayat-ayat awal dengan hadist akhir-akhir masa hidup Muhammad saw, atau sebaliknya.
  • Mana mungkin seorang manusia bisa konsisten berbicara dengan dua gaya bahasa ini?
  • Sepandai-pandainya seseorang membuat dua gaya bahasa, pasti akan terjadi kemiripan di suatu waktu.

9. Informasi-informasi yang disampaikan Muhammad


  • Banyak sekali di dalam Al-Quran (perihal dan kejadian) yang tak pernah terjadi di hadapan Muhammad.
  • Ayat-ayat tentang sejarah umat masa lalu, juga kejadian masa yang akan datang.
  • Malah banyak sekali yang baru terjadi atau terungkap makna dan kebenarannya pada zaman ini.
  •  Peristiwa ini terjadi persis seperti yang disampaikan Muhammad, seolah-olah ia sedang membaca masa depan dari sebuah buku yang terbuka.
  • Darimana Muhammad dapat cerita-cerita itu?
  • Darimana Muhammad tahu tentang cerita Nabi-nabi masa lalu? Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Isa, Nabi Musa dan Nabi Harun?
  • Dari mana Muhammad dapat ide cerita tentang Maryam, Luqman, Ashaabul Kahfi, Qorun dan Dzulqornain?
  • Di dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat tentang alam dan ilmu pengetahuan, misalnya proses terjadinya hujan dan proses kehamilan dan lain-lain.
  • Juga, di dalam Al-Qur'an bisa kita temui ayat-ayat tentang tata surya sedemikian detail.
  • Ayat-ayat itu dahulu hanya dihafal dan ditulis begitu saja laksana untaian kata yang indah. Kemudian terungkap maknanya dengan ilmu pengetahuan saat ini. Bagaimana dan darimana Muhammad belajar semua itu?!

10. Yahudi dan Kisah Nabi Musa as


  • Di Makkah tidak ada orang Yahudi dan Nasrani, namun kontak antara kaum Musyrik dengan Ahli Kitab, dan mereka juga bertetangga dengan Ahli Kitab di Madinah, Khaibar dan Najran membuat orang-orang Quraisy berhubungan dan banyak mengetahui akidah dan mazhab mereka.
  • Kaum musyrik pun banyak bertanya tentang agama yang dibawa Muhammad saw kepada orang-orang Yahudi, dan orang-orang Yahudi membekali mereka dengan pengetahuan untuk mereka tanyakan dan jadikan ujian bagi mereka terhada Muhammad saw.
  • Di dalam Al-Quran, kisah Nabi Musa as telah dinyatakan sebagai contoh di dalam lebih dari 20 surat, dan ungkapan Yaa Banii Israa’il telah dinyatakan sebanyak 44 kali.
  • Muhammad saw menyampaikan kisah Nabi Musa as sejak dibuang ibundanya sampai ibundanya diberi ilham agar meletakkannya dalam peti kemudian melemparkannya ke sungai (Nil), kemudian ditemukan keluarga Fir'aun, supaya menjadi musuh dan ancaman bagi mereka. Bagaimana Musa as diasuh dan tumbuh dalam asuhan Fir'aun hingga beliau membunuh seorang etnik Koptik, lalu keluar dengan ketakutan ke Madyan, serta kehidupannya bersama Nabi Syu'aib as dan kisahnya mempersunting anak perempuan Nabi Syu'aib; beliau bekerja pada Nabi Syu'aib selama 10 tahun dan kembali ke Mesir; beliau menyaksikan api yang keluar dari pohon, serta seruan Tuhan semesta alam kepadanya, kemudian beliau dikirim kepada Fir'aun; beliau lalu meminta kepada Tuhannya agar ditemani oleh saudaranya, Nabi Harun as, serta perdebatan beliau dengan Fir'aun dan bagian-bagian lain yang terperinci yang tertulis dalam kitab Taurat mereka.
  • Ini merupakan sesuatu yang tidak diketahui oleh bangsa Arab, dan hanya diketahui oleh orang yang telah menelaah kitab-kitab mereka secara mendalam; sesuatu yang bisa menjadi bukti kepada mereka dan umat manusia, bahwa orang yang membawa informasi-informasi seperti ini, sementara dia tidak pernah menelaahnya, bahkan dia tidak pemah mengetahui kitab tersebut atau bisa menulis dengan tangannya, pasti dia telah mendapatkannya dari Dzat yang Maha Tahu.

11. Ayat-ayat Al-Quran yang terbukti sesuai realitas terkini

  • Banyak sekali penjelasan di dalam Al-Quran tentang realitas-realitas yang terbukti belakangan memang benar penjelasan itu sesuai dengan realitas yang sebenarnya, diantaranya:
o Pembuatan sarang lebah dan produksi madu (QS. An-Nahl, 16: 68-69)
o Pemimpin para semut (QS. An-Naml,27:18)

  • Semua itu menunjukkan bahwa Al-Quran berasal dari Zat Pencipta manusia, bukan berasal dari Muhammad yang tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis.

12. Pembuatan sarang lebah dan produksi madu

  • Allah SWT berfirman:

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ . ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ، يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ، إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16: 68-69)

  • Allah SWT menunjukkan seruan pertama kali kepada lebah dalam bentuk umum, kemudian mengkhususkan seruan kepada lebah betina dan menjelaskan bahwa Dia mengilhamkan kepada mereka (lebah betina) untuk mendirikan sarang-sarang lebah, mengumpulkan sari bunga-bungaan dalam pohon dan memproduksi madu.
  • Perintah ittakhidzi, kuli, dan fasluki merupakan perintah untuk muannats (manusia perempuan atau hewan betina). Jadi, betina-betina itulah yang melakukan semua itu.
  • 1 koloni lebah berisi sekitar 20.000 hingga 60.000 lebah pekerja dan hanya mempunyai 1 ratu saja. Semua lebah pekerja adalah betina yang hidupnya hanya sekitar 6 minggu. Lebah betina mengurusi semua pekerjaan dalam koloni lebah.
  • Usia ratu lebah mencapai 5 tahun. Menurut peneliti, rahasia panjang umur ratu lebah karena mengkonsumsi Royal Jelly (susu ratu lebah). Tugas ratu lebah hanyalah bertelur saja. Tugas terberatnya adalah ketika musim panas tiba, dimana dia harus bertelur sebanyak 2.500 telur dalam sehari.
  • Lebah jantan/drone tidak mempunyai pekerjaan lain selain kawin.
  • Lebah jantan: sekali mengawini ratu lebah langsung mati. Lebah betina pekerja: sekali menyengat langsung mati. Lebah ratu: bisa hidup 30 kali lebih lama dari lebah pekerja.
  • Hasil penelitian para ilmuwan, bahan baku yang diperlukan lebah untuk membuat sarang berbentuk segitiga maupun persegi lebih banyak dibandingkan berbentuk segi enam, sehingga segi enam merupakan bentuk paling ideal untuk sarang lebah.
  • Sarang berbentuk segi enam merupakan sarang terluas dengan bahan baku terkecil.
  • Para ilmuwan meneliti struktur sempurna sarang lebah ini memiliki perhitungan matematis mengagumkan yang dilakukan sedemikian rupa dan sangat kompleks. Ini adalah desain yang membutuhkan kejelian matematika paling rumit.
  • Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.
  • Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut.
  • Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.

13. Pemimpin para semut

  • Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari" (QS. An-Naml, 27:18)

  • Disini Allah SWT menjelaskan bahwa yang mengeluarkan perintah bagi semut-semut untuk masuk ke tempat-tempat mereka adalah namlatun, yaitu semut betina.
  • Dan tidak pernah diketahui pada masa yang lalu bahwa semut-semut betina itulah yang memerintah dan melarang.
  • Bahkan mana semut jantan dan mana semut betina masih sulit dibedakan.
  • Hal ini pun tidak diketahui kecuali pada zaman sekarang.
  • Kenyataan ini pun merupakan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Al-Quran tidak bersumber kecuali dari Zat yang telah menciptakan makhluk-makhluk itu dan Mahatahu terhadap makhluk-makhluk-Nya itu, yakni berasal dari Allah SWT.

14. Apa kesimpulannya?

  • Al-Quran terbukti bukan buatan bangsa Arab juga terbukti bukan buatan Muhammad.
  • Informasi-informasi masa lalu yang terbukti oleh sejarah maupun informasi-informasi yang berkesesuaian dengan ilmu pengetahuan modern hanya bisa dikabarkan oleh Sang Pencipta yang tahu segalanya.
  • Sehingga jelas Al-Quran adalah Wahyu/Firman Allah SWT.
Demikian ringkasan materi mentoring/kajian remaja untuk pertemuan ke-6. Semoga bermanfaat untuk siapapun yang peduli dengan dakwah.

Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru di SMPN 1 Mande. Selebihnya, hanya seorang pembelajar��