Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

QS Al-Baqarah (2) ayat 127-128: Doa Agar Keturunan Menjadi Orang yang Berserah Diri


QS Al-Baqarah (2) ayat 127-128: Doa Agar Keturunan Menjadi Orang yang Berserah Diri (muslim)
- Orang tua mana yang tak menginginkan anak-anak dan keturunannya menjadi orang yang beriman dan sholih. Orang tua mana yang tak berupaya agar anak cucunya menjadi orang yang taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Ya, seburuk-buruknya akhlak seorang ayah, ia tidak berharap anaknya seperti dirinya. Kecenderungan manusia memang berharap yang baik-baik, apapun itu. Apalagi anak keturunan, yang didamba pasti mereka menjadi orang baik. 

Menjadikan anak keturunan sebagai generasi yang Berserah Diri kepada Allah, imannya kuat, amalnya sholih, akhlaknya terpuji (Mahmudah), bukanlah perkara yang mudah dan instan. Semua harus dijalani dengan kesabaran dalam menjalani prosesnya, dengan ilmu yang memadai, dan sikap batin yang kuat, disertai permohonan kepada Allah secara kontinyu dan khusyu. Ini diperlukan karena mendidik anak bukan saja mengandalkan ikhtiar kita, namun yang paling utama adalah hidayah dari-Nya. 

Mengiringi ikhtiar dengan doa adalah keharusan. Selain didasari kesadaran bahwa kita dhoif (lemah) di hadapan Allah, juga berdoa adalah ibadah, yang menjadi salah satu barometer posisi kita, apakah termasuk orang yang sombong karena tidak mau meminta kepada Sang Pencipta, ataukah insan yang tunduk dan merendah di hadapan Allah. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui Al Qur'an dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa sallam melalui sabdanya (hadits), banyak mengajarkan kepada kaum mukmin doa-doa yang bisa kita panjatkan dalam mengiringi ikhtiar kita. Doa-doa itu sangatlah mencukupi apapun hajat dan keperluan kita. 

Salah satu doa yang prioritas untuk kita Mohon kan kepada Robb adalah Doa agar keturunan kita menjadi orang yang Berserah Diri kepada Allah Ta'ala. 

Doa ini salah satunya termaktub dalam Al Qur'an Surah Al Baqarah ayat 127-128, yang  berbunyi :

رَبَّنَا تََقبَّلْ مِنَّا ِإنَّكَ َأنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ رَبَّنَا وَاجْعَْلنَا مُسْلِمَيْ ِ ن َلكَ وَمِن ُذرِّيَّتِنَا أُمًَّة مُّسْلِمًَة لَّكَ وََأ ِ رنَا مَنَاسِ َ كنَا وَتُبْ عََليْنَآ ِإنَّكَ َأنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Rabbanaa taqqabal minnaa innaka antas sami’ul ‘aliim. Rabbannaa waj’alna muslimaini laka wa min dzuriyyatinaa umatan muslimatan laka wa arinaa manasikanaa wa tub ‘alainaa innaka antat tawwabur rahiim."

Terjemah:

“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." (QS.Al-Baqarah [2]: 127-128)

Doa ini merupakan doa Nabi Ibrahim 'alaihi salam dan putranya, Nabi Ismail' alaihissalam, ketika selesai membangun Ka'bah di kota Mekkah. 

Hikmah QS Al-Baqarah (2) ayat 127-128: Doa Agar Keturunan Menjadi Orang yang Berserah Diri

Dari redaksi doa Nabi Ibrahim di atas, kita bisa mengambil beberapa catatan, yaitu:

1. Ada kalimat, "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." 

Ini menunjukan adanya tawassul. Dan salah satu tawassul terbaik dalam berdoa adalah dengan amal solih. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melakukan amal solih berupa menegakkan Ka'bah. Amal tersebut dijadikan tawassul untuk memanjatkan doa kepada Allah. 

2. Nabi Ibrahim, salah satu manusia pilihan yang disayang Allah. Dalam maqom nya yang tinggi itu, beliau masih ada "kekhawatiran" tentang nasib keturunannya. Sehingga beliau memohon kepada Allah agar keturunannya termasuk orang Muslim, yang Berserah Diri dan pandai bertaubat.

Inilah salah satu doa terbaik dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam, semoga menjadi penambah semangat kita untuk menjalankan ketaatan kepada Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.

(ditulis di salah satu mesjid di Cianjur Kota) 

Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra. Selebihnya hanya seorang pembelajar