-->

Doa-doa Penawar Duka, Kesulitan, dan Kesedihan, Berdasar Hadits Shahih

Doa-doa Penawar Duka, Kesulitan, dan Kesedihan, Berdasar Hadits Shahih - Kita faham bahwa dalam kehidupan ini akan selalu ada perubahan. Suatu saat kita akan mengalami kebahagiaan, kesenangan, dan kemudahan . Dan di saat lain, duka, kesulitan, dan Kesedihan akan menghampiri. Semua adalah sunatullah yang pasti terjadi. 

Ketika kebahagiaan dirasakan, ketika kesenangan didapatkan dan ketika kemudahan menyertai perjalanan kehidupan, sesungguhnya itu semua menjadi batu ujian bagi hamba, apakah dengan semua itu ia bersyukur ataukah sebaliknya. Dan ujian kesenangan ini ternyata banyak melenakan yang akhirnya menggelincirkan si hamba dari ketaatan kepada Allah Ta'ala. 

Sebagaimana kesenangan, duka, kesulitan, dan kesedihan pun adalah ujian. Dengan itu Allah hendak menguji si hamba sejauh mana ia bisa bertahan atas ujian dengan sikap terbaik yang diridhai Allah Ta'ala. 

Gambar dari freepik


Doa-doa Penawar Duka, Kesulitan, dan Kesedihan, Berdasar Hadits Shahih

Ada beberapa panduan dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam yang bisa dilakukan ketika kesedihan dan hal yang tidak mengenakkan menimpa dirinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan berdoa. 

Rasulullah mengajarkan beberapa doa untuk menghilangkan rasa duka, kesedihan, ataupun kesulitan, yaitu:


Doa Pertama

Artinya:

Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam), dan anak hamba-Mu yang perempuan (Hawa), ubun-ubunku berada di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku terhadap diriku dan ketetapan-Mu adil pada diriku. 

Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang berada di sisi-Mu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya untuk dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang kesusahanku.

(Tidaklah orang yang mengucapkan doa ini) melainkan Allah Ta'ala akan menghilangkan kesedihan dan kesusahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan. (HR Ahmad I/391, Ibnu Hibban no. 968, Al-Hakim I/509, dan Ath-Thabrani X/169-170)


Doa Kedua

Artinya:

Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb pemilik Arsy yang agung. Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit, Rabb bumi, serta Rabb pemilik Arsy yang mulia.

Doa ini ada dalam lafadz hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari (no. 6345, 6346, 7426, 7431), Imam Muslim (no. 2730) dan yang lainnya.


Doa Ketiga

Artinya:

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan apa yang susah dapat Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 970) dan Ibnu Sunni (no. 351)


Doa Keempat

Artinya: 

Ya Allah, rahmat-Mu yang senantiasa aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku semuanya, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 5090) dan Ahmad (V/42)


Doa Kelima


Artinya:

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Engkau semata, Maha Suci Engkau, sesunggunhnya aku termasuk bagian orang-orang zhalim.

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 3505) dan Al-Hakim (I/505)

Tiada tempat untuk meminta selain kepada Rabb pemilik semesta. Maka, sahabatku, marilah kita mulai menata diri untuk menggantungkan semuanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita panjatkan doa-doa terbaik yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam, ketika duka, kesedihan, dan kesulitan menghampiri kita.

Semoga kita istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel