Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Bagi Jomblo agar Menjadi Jomblo Prestatif di hadapan Allah

Tips menjadi jomblo prestatif

Kata "jomblo" sebenarnya bukan kata baku dalam bahasa Indonesia. Meskipun begitu, hampir seluruh masyarakat Indonesia tahu apa itu jomblo. Lalu apa yang terbesit dalam alam khayal kita saat mendengar kata "jomblo"? 

Jomblo diidentikan dengan seseorang yang masih membujang (bagi lelaki) dan masih melajang (bagi perempuan). 

Jomblo juga mungkin sosok anak muda yang kurang punya gairah hidup. Menatap masa depan dengan asa yang terpatah. Jomblo juga akrab dengan sosok yang selalu terselimuti galau karena berteman dengan kesendirian.

Tidak ada sahabat sejati di sisi, yang bisa menjadi tempat berbagi. Ya, begitulah jomblo.

Tapi benarkah menjomblo itu identik dengan rasa sepi, merasa sendiri, dan tak bahagia? 

Sebenarnya jomblo itu bisa mendatangkan keuntungan, kebanggaan, juga keberkahan yang berlipat-lipat. Masa jomblo ada masa penuh kebebasan. Bebas untuk berkarya. Masa jomblo adalah masa terbaik untuk pergi melanglang buana ke mana saja ia suka. Terbang mencari keping-keping prestasi untuk disusunnya menjadi "prasasti" yang kelak layak dibanggakan di hadapan Allah dan para penduduk langit. 

Jadi tidak selamanya menjadi jomblo itu penuh dengan derita. Justru para jomblo bisa tampil mempesona. Jomblo ada bukan untuk di-bully, tapi disemangati, dikasihi untuk bisa menjadi hamba Allah berderajat tinggi.

Sebelum terlambat, sebelum waktu berlari pergi, sebelum penyesalan datang menghampiri, jadilah jomblo yang meskipun sendiri bisa berprestasi. Walau sendiri syariat Allah selalu ditaati. Karena jomblo tak pernah sendiri, ada Allah yang menemani.

5 Tips Bagi Jomblo agar Menjadi Jomblo Prestatif di Hadapan Allah

Bukan berdasar pengalaman, namun ini berdasar pengamatan. Ada sekitar 4 Tips yang bisa dilakukan oleh para jomblo agar tetap menuai arti walau sendiri. Berikut ini tipsnya. 

1. Tetap berniat untuk menikah

Walau masih membujang atau melajang alias jomblo, namun harus tetap tertanam dalam hati, niatan untuk menikah. Jangan menolak membangun rumah tangga dan melahirkan keturunan. 

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dari jalur Sa'ad bin Abu Waqqash, yang menjadi indikasi dilarangnya seseorang untuk membujang. "Dari Sa'ad Bin Abu Waqqash, ia berkata, sungguh Rasulullah SAW telah melarang Utsman membujang. Seandainya beliau mengizinkan, tentu kami akan mengebiri."

2. Kalau mampu, segera nikah, kalau belum mampu, jaga diri

Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

"Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

3. Tetap menghindari ikhtilath apalagi pacaran

ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا

dan janganlah kamu mendekati zina, itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32).

Dalam menafsirkan ayat ini, Al Hafizh ibnu Katsir mengatakan:

يقول تعالى ناهيا عباده عن الزنى وعن مقاربته, وهو مخالطة أسبابه ودواعيه

Allah Ta’ala melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan perbuatan yang mendekatkan kepada zina, yaitu ber-ikhtilath (bercampur-baur) dengan sebab-sebabnya dan segala hal yang mendorong kepada zina tersebut.” (Umdatut Tafsir:2/428)

4. Memaksimalkan ibadah semasa muda 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ»

Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”.

Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri berkata: “(Dalam hadits ini) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhusukan (penyebutan) “seorang pemuda” karena (usia) muda adalah (masa yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri orang tersebut)”.

5. Giat menuntut ilmu, tekun meniti prestasi


Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Itulah salah satu keutamaan Mencari dan menggali ilmu. Ikhtiar ini tentu bukanlah perkara mudah, melainkan harus dijalani dengan penuh kesungguhan, niat yang kuat, waktu yang tidak sedikit, dan fisik yang bugar pula.

Bagi yang masih melajang, ini adalah kesempatan berharga untuk memperbanyak ilmu (ilmu agama), mengingat masa ini relatif lebih bebas dari beban lain, terutama pengurusan rumah tangga.

Demikian pembahasan singkat 5 Tips Bagi Jomblo agar Menjadi Jomblo Prestatif di hadapan Allah. Semoga Allah menguatkan kita semua untuk tetap istiqomah di jalan yang diridhoi-Nya. 

Deni Kurnia
Deni Kurnia Teacher, Blogger, and Youtuber IG and YT : @kangdeni76