Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Shalat: Bagaimana Tata Cara Shalat dan Waktu Shalat Para Nabi Terdahulu?

Sejarah Shalat: Tata Cara Shalat Para Nabi Terdahulu. Setelah membahas tentang syariat shalat nabi-nabi terdahulu, sekarang kita membahas lebih dalam mengenai bilangan dan tata cara shalat yang dikerjakan oleh para nabi terdahulu. Para Nabi terdahulu senantiasa mendirikan shalat lima waktu sebagaimana shalat yang dikerjakan dan diajarkan oleh Jibril kepada Nabi . Hal ini berdasarkan riwayat berikut:

"Dari Ibnu Abbas, berkata: Rasulullah Saw bersabda: 

"Jibril mengimamiku shalat di Baitul Haram dua kali. Dia mengimamiku shalat Zhuhur ketika matahari tergelincir (dan bayang-bayang) seperti tali sendal dan shalat Ashar ketika bayang-bayang suatu benda seperti benda aslinya dan shalat Maghrib ketika orang yang puasa berbuka dan shalat Isya' ketika awan merah menjadi hilang dan shalat Shubuh ketika diharamkan bagi oang yang puasa untuk makan dan minum. 

Kemudian dia mengimamiku shalat Zhuhur pada keesokan harinya ketika bayang-bayang suatu benda seperti benda aslinya dan shalat Ashar ketika bayang-bayang suatu benda dua kali dari benda aslinya dan shalat Maghrib ketika orang yang puasa berbuka dan shalat Isya' ketika lewat sepertiga malam dan shalat Shubuh setelah waktu isfar. Kemudian dia menoleh ke arahku, seraya berkata: "Wahai Muhammad! Waktu shalat adalah antara dua waktu ini yang merupakan waktu shalat para Nabi sebelum engkau."(HR. Ahmad no. 3322, AbuDawud no. 393, Tirmidzi no.149 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Al-Jami' no. 1402)


Adapun umat-umat para nabi terdahulu, maka telah datang dalil yang menunjukan bahwa Bani Israil shalatnya kurang dari lima waktu dalam sehari semalam. 

Disebutkan dalam hadits yang panjang tentang peristiwa Isra' dan Mi'raj, ketika Nabi turun dengan membawa
perintah shalat lima waktu, kemudian bertemu dengan Nabi Musa As, lalu Nabi Musa As menyarankan kepada beliau agar tetap meminta keringanan lagi kepada Allah Saw agar kurang dari 5 waktu. Ibnu Rajab r.a mengomentari hadits tersebut dengan berkata:

Riwayat Syarik menyebutkan, dari Anas r.a: bahwa setelah ditetapkan perintah shalat lima waktu kepada Nabi Muhammad Saw, maka Nabi Musa As berkata kepada Nabi Muhammad, "Demi Allah, aku telah membujuk Bani Isra'il agar mengerjakan shalat yang kurang dari lima waktu, namun mereka meninggalkannya".

Ini menunjukkan bahwa shalat lima waktu tidaklah diwajibkan kepada Bani Isra'il. Dan dikatakan: sesungguhnya kaum sebelum kita diperintahkan dua shalat dalam sehari semalam. Diriwayatkan pula dari Ibnu Mas'ud bahwa shalat lima waktu merupakan ibadah yang dikhususkan bagi umat ini. Wallahu a'lam. (Fathul Bari Li Ibni Rajab 2/321)

Ibnu Taimiyyah pernah ditanya: Apakah umat terdahulu diwajibkan shalat sebagaimana diwajibkannya kepada kita seperti halnya waktu dan teta cara pelaksanaannya ataukah tidak?

Maka beliau menjawab: Mereka diwajibkan shalat sebagaimanakita mendirikannya di waktu-waktu yang telah ditentukan. Namun, tidak sama dengan waktu dan tata cara shalat kita. Wallahu a'lam. (Majmu' Al-Fatawa Li IbniTaimiyyah 22/5 dan Fatawa Al-Kubra 2/5)

Referensi Buku Bekal Shalat Ustadz Firanda

Deni Kurnia
Deni Kurnia Teacher, Blogger, and Youtuber IG and YT : @kangdeni76