Belajar itu Penat, Lelah, dan Kadang Membosankan. Bagaimana Cara Menyikapinya?

Belajar itu Penat, Lelah, dan Kadang Membosankan. Bagaimana Cara Menyikapinya? Itu mungkin pandangan umum tentang proses belajar. Penat, ya. Melelahkan, iya. dan juga kadang membosankan. Proses pembelajaran, terkhusus pembelajaran diinul Islam, dengan segala disiplin ilmunya, memerlukan energi yang luar biasa dalam menjalani prosesnya.

Dalam Islam, menuntut ilmu menjadi hal yang sangat penting dan dihukumi wajib. Banyak nash dalil, baik dari Al Qur'an maupun hadits yang secara tegas memberitakan wajibnya menuntut ilmu. Dalam Islam pun tidak ada pemilahan ( dikotomi) antara ilmu yang berhubungan dengan keduniaan maupun yang bersentuhan dengan keakhiratan. Semuanya wajib didapatkan oleh kaum Muslim. Tentu, porsi ilmu diinul Islam lebih prioritas dan porsinya lebih tinggi, tanpa mengenyampingkan ilmu yang lain.

6 Syarat Menuntut Ilmu

Menurut Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ada 6 (enam)  syarat bagi seseorang dalam menuntut ilmu, agar tercapai apa yang dituju. 6 Syarat tersebut adalah :

1. Kecerdasan
Kecerdasan yang diberikan Allah sejak semula, dan kecerdasan yang memang diikhtiari. Misal, seseorang memiliki kecerdasan lebih dalam menghafal Al Qur'an, dipoles dengan ikhtiar maksimal untuk menghafal, maka tujuan menjadi penghafal Al Qur'an akan terwujud.

2. Kemauan
Syarat kedua bagi penuntut ilmu, adalah adanya kemauan yang kuat. Motivasi diri untuk mempelajari sesuatu, adalah kunci keberhasilan pembelajaran. Dengan kemauan yang kuat ini, seseorang akan secara kreatif mencari cara agar dia bisa mencapai apa yang diinginkan.

3. Sabar
Kata yang satu ini sangat-sangat penting dalam menjalani suatu proses, termasuk proses menuntut ilmu. Jika tidak, maka kemungkinan akan menderita putus asa ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Ya, Sabar. Sabar, sebuah sikap diri yang siap dalam menghadapi segala kemungkinan.

4. Biaya
Proses pembelajaran tentu akan memerlukan biaya, terlepas besar dan kecilnya. Biaya tersebut termasuk untuk operasional si penuntut ilmu, maupun operasional si pengajar ilmu.

5. Bimbingan guru
Belajar diinul Islam, mutlak perlu guru ( murabbi atau musyrif) yang sanadnya tersambung kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam. Di pesantren, perlu kiayi dan para ustadz yang akan mengajarkan ilmu. Di harakah dakwah, para murabbi atau musyrif bertanggung jawab terhadap para darisnya. Intinya, belajar harus ada guru.

6. Waktu yang lama
Tak ada yang instan dalam mendapatkan ilmu, semua harus melewati proses panjang. Maka dalam proses yang panjang ini, mungkin timbul rasa malas, bosan, lelah, dan yang lainnya. Di sinilah kesabaran diuji.

Belajar itu Penat, Lelah, dan Kadang Membosankan. Bagaimana menyikapinya ?

Setidaknya ada beberapa saran yang bisa kita coba untuk menyikapi hal tersebut.

1. Menguatkan niat
2. Menguatkan pemahaman bahwa menuntut ilmu (agama) itu wajib 
3. Menguatkan ikhtiar mencapai tujuan
4. Menggali dampak buruk jika kita menyerah dalam proses menuntut ilmu.
5. Senantiasa memotivasi diri untuk mencapai kesuksesan dalam menuntut ilmu
6. Berkumpul dengan orang-orang yang bersemangat menuntut ilmu.

Sebenarnya banyak cara agar kita mampu bertahan ketika lelah dalam menjalani proses menuntut ilmu, mampu membalikkan kondisi penat dan putus asa menjadi energi luar biasa untuk mencapai cita-cita.

Selamat ber-mujahaddah
www.abufadli.com