Betapa Nyaman berada di Tengah-tengah Ulama


Benarlah bahwa ulama itu pewaris Nabi. Selain pewaris keilmuan, kemakrifatannya kepada Sang Maha Pencipta, kecintaannya kepada Islam, juga akhlaknya yang luar biasa. Begitulah ulama rabbani yang layak disematkan kepada dirinya sebagai warotsatul anbiya, pewaris Nabi, pelanjut perjuangan dan dakwah Islam.

Ah terasa nyaman berada di tengah-tengah ulama seperti itu. Ada kerinduan pada diri ini untuk memandang wajahnya, menyimak tutur lisannya, dan mengagumi kemuliaan akhlaknya. Dan terutama, mentauladani semangat keislamannya.
Ya Allah, pertemukan diri ini dengan salah satu cucu Rasulullah yang mulia ini, Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz,  seperti yang telah Engkau anugerahkan kesempatan ini kepada saudara kami, Ustadz Felix Siauw.
Pengalaman Ustadz Felix Siauw

Seisi ruangan itu mengharu saat beliau memasukinya, dengan senyum khasnya, beliau memberi salam pada hadirin. Semua menjawab, lalu bershalawat

Entah kenapa, kehadiran beliau mengingatkan karib lama, hangat dan dekat, sekaligus segan dan hormat di waktu yang sama. Sederhana dan bijaksana

Ketenangan beliau mengintimidasi penyakit-penyakit hati, membunuhnya tanpa sisa. Lewat jahitan kalimat dan dalil, sistematika dan pengertian, hikmah-hikmah itu terjalin

Beliau mengajar tentang keindahan Islam, terkhusus buat mualaf dan para pembimbingnya yang dihadirkan khusus atas permintaan beliau, bukti perhatian beliau pada mualaf

Beruntung sekali kami di ruangan itu, sementara ribuan orang berdesak-desakan hanya untuk melihat langkah beliau, kami duduk dan memandang, terpesona

Menit demi menit berlalu meninggalkan pengertian, tak hanya ilmu yang menghampiri, tapi juga rasa haru. Beliau sampaikan iman, pemahaman, itu tampak pada keindahan akhlak

Lama beliau bercerita tentang keindahan Islam, yang harusnya tampak lewat pengemban-pengemnbannya, lewat cara kita mengatur lisan dan amal kita

Tapi yang saya rasa akhirnya, beliaulah salah satu keindahan itu. Menyampaikan Islam dengan cara yang apik dan ranggi, penuh cinta dan kasih, sayang pada manusia

Saat tiba giliran saya bertanya, memandang beliau saja sudah menghabisi  ketenangan saya. Saya mohon agar beliau menghibur dengan kebangkitan Islam yang akan datang

Seraya menitip salam kepada Rasulullah, bahwa saya rindu pada kakeknya itu. Sebab beliau bisa jadi menjumpai Rasulullah malam ini, dan menyampaikan pinta saya itu

Dan bila yang lain puas dengan berfoto bersama beliau, saya ingin lebih, saya pun meminta doa khusus beliau untuk saya, mengambil tangan beliau dan menciumnya

Yaa Rabb, berjumpa dengan cucu-cucunya saja sudah bahagia, lalu bagaimana berjumpa dengan Rasulullah Muhammad? Ya Rahmaan Yaa Rahiim

Beliau pun mendoakan kebaikan, bisik-bisik lisannya saya amini. Beliau adalah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, salah satu ulama mulia di masa ini