Setiap Keluarga Memiliki Ujian Tersendiri


Jika kita melihat kehidupan rumah tangga orang lain, yang damai, tentram dan sepertinya bahagia. Di saat itu terbersit dalam hati keinginan untuk mewujudkan yang serupa. Begitupun sebaliknya. Jika kita melihat kehidupan rumah tangga orang lain yang berantakan, penuh konflik, tegang, dan seolah mati segan hidup tak mau. Kita pun spontan meminta perlindungan dari Allah dari hal seperti itu.

Setiap yang berumah tangga, memiliki motivasi yang mungkin berbeda-beda. Begitu juga dengan visi misi dalam menjalankan bahtera rumah tangga, satu keluarga dengan keluarga yang lain mungkin berlainan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, keluarga, kebiasaan, tingkat keberagamaan, dan yang lainnya.

Bagaimana Kehidupan Berkeluarga menurut Islam ?
Beberapa dalil ini akan memberikan gambaran tentang pernikahan/kehidupan keluarga menurut Islam. I antaranya adalah :

1. Keluarga dibangun dengan pondasi pernikahan syar’i

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)

dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

2. Tujuan keharmonisan rumah tangga

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)

dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Dari 2 dalil ini kita bisa menyimpulkan, bahwa kehidupan keluarga menurut Islam bias diwujudkan dengan cara :

1. Mengawalinya dengan prosesi pernikahan yang Islami

Sungguh tidaklah elok jika kita mendamba keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah, namun melaksanakan prosesi pernikahan dengan cara yang batil, penuh kemaksiatan, dan ikhtilath. Pernikahan adalah ibadah, dan ibadah harus dilakukan sesuai panduan yang syar’i.

2. Menetapkan dan menjalankan visi

Bahwa kehidupan keluarga adalah untuk mewujudkan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk kalbu dengan taburan keimanan dan keikhlasan penghambaan. Ini adalah visi yang seharusnya dimiliki kaum mukmin untuk menjadikan pernikahan dan kehidupan keluarganya ditaburi keridhoan Allah SWT.

Setiap Keluarga Memiliki Ujian Tersendiri

Jika setiap keluarga didasari oleh rasa keimanan kepada Allah SWT, perjalanannya diwarnai ketauladanan Rasulullah, namun tetap semua keluarga akan menghadapi ujian masing-masing. Ujian yang menghampiri satu keluarga, mungkin akan berlainan dengan keluarga yang lain. Setiap keluarga akan dituntut menyelesaikan ujian demi ujian, untuk meningkatkan level kehidupan mereka. 

Orang bilang, hidup ini sawang sinawang. Saling sangka orang lain lebih bahagia, namun sebetulnya tidakn demikian. Termasuk dalam kehidupan keluarga, setiap yang menjalaninya akan menemui berbagai ujian yang mungkin berbeda dengan yang dihadapi keluarga lainnya.

Namun itu semua jika semua keluarga mendasarkan segala aktivitas dan pemikirannya kepada Islam sebagai sebuah tatanan lengkap, in syaa Allah, walau masalahnya berbeda,  hasilnya akan sama, mendapat ridho Allah subhanau wa ta'ala. Pahit di awal, di tengah perjalanan, namun manis di akhir, alias happy ending. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel