Siapa yang Tak Mencinta, Tak Layak dicinta

Bicara cinta, seolah tak ada habisnya. Kata ini yang digandrungi anak muda, bahkan yang sudah udzur pun masih bergelut dengan kata cinta. Apapun pemaknaannya, apapun pengertiannya, dan apapun motivasinya. Ada cinta hakiki, ada pula cinta yang semu. Ada yang mencinta karena Allah, ada pula yang karena selain-Nya.

Apa sih cinta itu?

Berikut pengertian CINTA menurut KBBI, : 

1 suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup – kepada kami semua; -- kepada sesama makhluk; 
2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kepada lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 
3 ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; 
4 kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu;
 ---------------------------------
Rasa cinta itu memang unik. Sebab bagi para pecinta, mencintai itu bukan soal berbalas ataukah tidak, sebab mencinta itu adalah keperluan dan kenikmatan tersendiri

Meski kita memberikan bagi orang lain, atau sesuatu yang lain, cinta itu tentang diri kita, cinta itu kepuasan diri. Maka siapapun yang mencintai, itu mengayakan dirinya

Lihatlah, bagaimana manusia-manusia yang menyayangi kucing misalnya, mereka tak perlu balasan cinta kucing itu. Mereka hanya perlu mencinta, hanya perlu memerhatikan

Maka mereka yang tak bisa mencinta, hakikatnya sengsara. Rasul sampaikan, "Siapa yang tak mencinta, tak layak dicinta", sebab mencinta itu hajat manusia, sedang dicinta itu bonusnya

Sepaket dengan cinta, adalah pengorbanan, pembelaan, pertolongan. Dan itu bukan tentang yang objek cinta, bukan tentang yang dibela, bukan tentang yang ditolong, ini tentang para pecinta

Membela Allah dan Rasul, bukan berarti mereka lebih lemah, tapi ini soalan cinta. Yang mengharuskan gejolak dalam dada saat Allah dan Rasul dinistakan, atau ditempatkan yang tak semestinya

Menolong agama, bukan berarti agama ini tak berdaya, tapi ini tentang rasa cinta pada agama, yang membuat kita tak bisa diam, saat agama ini dituduh, difitnah dan diperlakukan semena-mena

Sama seperti ketika Allah sampaikan tentang "Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik", maka para pembenci agama menuduh Allah itu fakir, sebab perlu pinjaman

Padahal yang dimaksud disitu adalah rasa cinta, bahwa mereka yang mencintai Allah dan Rasul siap mengorbankan apapun, apalagi hanya harta yang itupun sejatinya milik Allah

Maka mencintai itu, tampak dalam indikasinya, yaitu pengorbanan, pembelaan, pertolongan. Jika semua itu tak tampak, jangan-jangan sudah tak ada lagi cinta di dalam dada

Tonton Videonya DI SINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel