Adakah Neraka yang Dingin? Pembahasan QS Shad 57 dan QS An-Naba 25

Adakah neraka yang dingin? Sebuah pertanyaan yang dilontarkan seorang ikhwan dalam sebuah forum diskusi keislaman. Penanya ini mendasarkan pertanyaannya pada Al Quran surah Shaad ayat 57 dan surah An-Naba ayat 25.

Dua ayat tersebut, 
Allah SWT berfirman:

هٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ

"Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin."
(QS. Sad 38: Ayat 57)

Allah SWT berfirman:

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

"selain air yang mendidih dan nanah,"
(QS. An-Naba' 78: Ayat 25)

Dari dua ayat di atas, fokus kita ke kata "Ghassâq[an]". Yang oleh penanya tadi dikatakan sebagai neraka yang dingin. Bagaimana sebenarnya makna kata di atas? Berikut jawaban Akhi Ustadz Irfan Abu Naveed, seorang dosen balaghah Bahasa Arab di sebuah perguruan tinggi.

Jawaban Sekilas Menyoal Makna Ghassâq[an] Bagi Penghuni Jahannam

Ayat-ayat al-Quran terkait lafal ghassâq[an] berkaitan dengan penghuni neraka jahannam, setidaknya ditemukan di dua tempat:

1. QS. Shâd: 57
2. QS. Al-Naba': 25

Keduanya memiliki kesamaan maksud, bahwa penghuni neraka jahannam tidak akan mendapati kenyamanan (bard[an]) yang ditafsirkan nawm[an] (istirahat) dan air minum (syarâb[an]) kecuali hamîm dan ghassâq, wal 'iyâdzu biLlâh.

Dalam QS. Al-Naba': 24-25 digambarkan:

لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman"

Diperjelas dalam ayat ke-25:

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
"Selain air yang mendidih dan nanah."

Yang dimaksud dengan hamîm, diuraikan dalam Tafsir al Jalalayn, Ibn Katsir: adalah air yang sangat panas, bahkan berada pada puncak-puncaknya panas, sedangkan ghassâq adalah kebalikannya, yakni cairan yang sangat dingin, yang digambarkan sebagai cairan nanah, cairan luka dari ahli neraka. 

Kondisi air minum penghuni jahannam ini kondisi ekstrim, sangat menyakitkan, wal 'iyâdzu billâh.

Lafal ghassâq ini bukan menggambarkan kondisi jahannam, melainkan menggambarkan jenis dan keadaan minuman penghuni neraka jahannam, karena ia merinci, pengecualian dari frasa sebelumnya, kalimat jelasnya:

ولا شرابا إلا حميما وغساقا

Ibarat Kitab:

Tafsir Ibn Katsir

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25)

به . ولهذا قال : ( إلا حميما وغساقا ) قال أبو العالية : استثنى من البرد الحميم ومن الشراب الغساق . وكذا قال الربيع بن أنس . فأما الحميم : فهو الحار الذي قد انتهى حره وحموه . والغساق : هو ما اجتمع من صديد أهل النار وعرقهم ودموعهم وجروحهم ، فهو بارد لا يستطاع من برده ، ولا يواجه من نتنه. وقد قدمنا الكلام على الغساق في سورة " ص " بما أغنى عن إعادته ، أجارنا الله من ذلك ، بمنه وكرمه .

قال ابن جرير : وقيل : المراد بقوله : ( لا يذوقون فيها بردا ) يعني : النوم ، كما قال الكندي : بردت مراشفها علي فصدني عنها وعن قبلاتها ، البرد يعني بالبرد : النعاس والنوم هكذا ذكره ولم يعزه إلى أحد . وقد رواه ابن أبي حاتم ، من طريق السدي ، عن مرة الطيب . ونقله عن مجاهد أيضا . وحكاه البغوي عن أبي عبيدة ، والكسائي أيضا

هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ (ص: 57)

أما الحميم فهو : الحار الذي قد انتهى حره وأما الغساق فهو : ضده ، وهو البارد الذي لا يستطاع من شدة برده المؤلم

Tafsir Al-Jalâlayn

لا يذوقون فيها بردا ولا شرابا

24- لا يذوقون فيها بردا نوما فإنهم لا يذوقونه ولا شرابا ما يشرب تلذذا.

إلا حميما وغساقا

25- إلا لكن حميما ماء حارا غاية الحرارة وغساقا بالتخفيف والتشديد ما يسيل من صديد أهل النار فإنهم يذوقونه جوزوا بذلك.
 
Simpulan sederhananya, neraka tetap panas. Namun minuman untuk penghuni neraka sangat ekstrem, panas sekali dan dingin sekali.

Allah Ta'ala mengazab penghuni neraka atas kedurhakaannya sewaktu  hidup di dunia, dengan kondisi sangat panas dan sangat dingin. Keduanya tidak memberikan kenikmatan sedikitpun bagi penghuni neraka. 

Semoga kita dihindarkan dari api neraka. Aamiin ya Robb.....

والله أعلم بالصواب