Pilih Dia atau Mereka? Renungan Bagi Pengemban Dakwah



Seseorang berdakwah, dia katakan bahwa ini semua dia lakukan karena Allah, karena dakwah adalah warisan para Nabi, membuat manusia lebih dekat pada Allah

Namun satu waktu, saat manusia menghalangi dakwahnya, mempersulit urusannya, mengatakan banyak hal yang tak enak didengar, maka dia marah dan tersinggung

Di waktu yang lain, ketika dia merasa dakwahnya tidak mendapatkan penghargaan sebagaimana harusnya, atau pengikutnya tak sebanyak yang lain, dia kecewa

Saat lainnya, dia senang sekali dengan puji-pujian dan pemberian, menilai tinggi rendahnya pemahaman jamaahnya daripada apa yang dikorbankan jamaah baginya

Bahkan, dia hanya ingin orang mendengarkan dirinya, karena itu dia katakan pendakwah yang lain begini, dan pendakwah yang lain begitu, hanya supaya dia yang tersisa

Jadi, selama ini dakwah itu karena siapa? Dia atau mereka? Siapa yang diharapkan sebenarnya? Adakah ridha dari Dia? Ataukah pengakuan dari mereka?

Dia MahaMelihat MahaMendengar MahaTahu, takkan ada satupun yang luput dari Dia. Sedang mereka, takkan tahu bila tidak diberitahu, bila tidak ditunjuk-tunjukkan

Bila semua karena Allah, hanya niat diri yang diluruskan, bukan niat orang lain, hanya siasat diri yang diperbaiki, bukan menyiasati dan memburukkan orang lain

Antara Dia, aku dan mereka. Rupaya aku harus mengakui, seringkali aku merasa, bahwa aku mencari pengakuan dari Dia, sebenarnya pengakuan mereka yang aku ingin

Aku menganggap sedang mengenalkan Dia, tapi itu topeng untuk menutupi keinginan terdalamku untuk terkenal. Aku mengira Aku memilih Dia, padahal aku memilih mereka

Inspirasi DI SINI