Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal 10+ Tipe Karakter Siswa SMP dan Cara Guru Memperlakukannya


Siswa sekolah menengah (SMP dan yang setara), seperti halnya orang dewasa, datang dengan latar belakang yang berbeda secara intelektual, sosial, dan emosional . Guru dituntut harus belajar cara bekerja dengan berbagai kepribadian yang ada untuk memahami apa yang dibutuhkan setiap siswa. Untuk kesuksesan mengajar di sekolah menengah, biasakan diri kita dengan ciri-ciri kepribadian siswa yang berbeda.

Ingatlah bahwa setiap siswa dicirikan oleh karakter yang unik, memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Lihatlah seluruh kepribadian anak dan hindari generalisasi berdasarkan satu sifat.

Beberapa Karakter Siswa dan Bagaimana Guru harus memperlakukannya

Tipe Pengganggu
Setiap sekolah memiliki siswa "pengganggu". Mereka cenderung menargetkan mereka yang tidak bisa atau tidak akan membela diri. Selalu ada penyebab yang mendasari perilaku pengganggu ini, yang memotivasi siswa untuk bertindak — ini dapat mencakup apa pun mulai dari rasa tidak aman yang ekstrem hingga masalah di rumah. 

Seorang guru hendaknya bijak menghentikan perilaku pengganggu ini, mengingat bahwa bisa jadi si pengganggu mengharapkan sentuhan perhatian, sebagaimana halnya korban gangguan dia.

Bullying bisa bersifat fisik atau emosional, jadi waspadalah terhadap keduanya. Rajin menelisik perilaku bullying dan kemungkinan akar permasalahannya, menjadikan kita dapat dengan cepat mengakhirinya. Ajari kelas Anda untuk saling membela ketika ada perilaku bullying dan saling mengingatkan jika itu terjadi.

Tipe Pemimpin
Siswa yang memiliki tipe pemimpin, Semua orang akan memandang siswa bertipe karakter ini. Pemimpin alami biasanya individu yang antusias, disukai, dan berpengetahuan luas yang memiliki dampak luar biasa pada teman sekelas mereka. Mereka hormat dan dihormati. Mereka mungkin tidak memperhatikan siswa lain yang memandang mereka sebagai contoh karena mereka tidak mencari perhatian. Para pemimpin masih perlu dibimbing dan diasuh tetapi mungkin tidak perlu jenis bimbingan yang sama dengan teman sekelas mereka. Tunjukkan pada siswa terhormat ini potensi mereka dan bantu mereka membuat perbedaan positif di dalam dan di luar kelas.
Ingatlah bahwa bahkan siswa yang bijak dan berpengaruh membutuhkan guru yang tepat untuk membantu mereka tumbuh.

Tipe Konyol
Setiap kelas memiliki siswa yang pandai menghibur semua orang —sejenis pelawak kelas . Mereka cenderung mencari perhatian dan tidak masalah apakah itu positif atau negatif asalkan mereka mendapat respons. Siswa seperti ini terkadang "liar", segala hal dianggap enteng dan menjadi bahan untuk tertawaan. Yang parah, belajar pun kurang serius.

Guru harus berperan kepada siswa bertipe konyol ini. Adakan pembicaraan khusus untuk memberi masukan, dalam kondisi mana harus serius, dan kondisi mana boleh mengguyon.

Tipe Termotivasi
Siswa yang termotivasi pada dasarnya adalah pekerja keras. Mereka berpegang teguh pada standar tinggi dan melangkah lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka. Banyak guru senang memiliki siswa yang ambisius karena mereka tidak perlu diyakinkan untuk melakukan yang terbaik tetapi berhati-hati untuk tidak mengabaikan kebutuhan mereka. Siswa dengan hasrat besar untuk sukses cenderung memiliki toleransi yang rendah untuk kegagalan dan mungkin tidak adil untuk diri mereka sendiri ketika mereka tidak berprestasi seperti yang mereka inginkan. Dorong mereka untuk menemukan keseimbangan yang sehat antara mendorong diri sendiri dan membuat kesalahan.

Tipe Super 
Siswa dengan tipe super memiliki kecerdasan di atas rata-rata, membawa dinamika yang menarik dalam kelas. Mereka cenderung bergerak lebih cepat melalui keterampilan materi di atas rata-rata usia mereka, yang dapat Anda manfaatkan sesekali untuk memperkaya pengajaran Anda. Namun, ada dua cara pandang siswa lain umumnya menanggapi mereka yang memiliki kecerdasan super ini. Pertama, menghindar, dan kedua memanfaatkan. Mereka kurang mau bergaul dengan orang "super" ini karena ada gap dalam kecerdasan.Sedangkan yang memanfaatkan, biasanya opportunis, ada kebutuhan akademik, mereka mendekati orang cerdas ini, namun jika tak perlu, menjauh, Maka guru harus melihat pola perilaku ini, jangan sampai si cerdas "teraniaya".

Tipe Terorganisir
Para siswa ini selalu siap untuk pelajaran.Mengingat untuk menyelesaikan pekerjaan rumah bukanlah masalah dan mereka mungkin tidak membutuhkan bantuan Anda untuk melacak materi mereka juga. Siswa-siswa ini lebih suka keteraturan dan kepastian dan mungkin mengalami kesulitan berurusan dengan apa pun yang bertentangan dengan ini. Gunakan keterampilan mereka untuk digunakan untuk kelancaran KBM dan dorong mereka untuk memberi contoh bagi orang lain tentang cara agar tetap teratur. Jika mereka sulit berfungsi dalam kekacauan demi kekacauan, ajari mereka strategi untuk mengatasi dan beradaptasi.

Tipe Introvert dan menarik diri
Beberapa siswa introvert, pemalu, dan menarik diri. Mereka kemungkinan besar memiliki beberapa teman dekat dan berinteraksi sangat sedikit dengan anggota kelas lainnya. Mereka tidak akan selalu berpartisipasi di kelas karena berbagi ide mereka dalam diskusi dan bekerja dengan orang lain berada di luar zona nyaman mereka. Temukan cara untuk terhubung dengan siswa ini sehingga Anda dapat menilai secara akurat apa yang dapat mereka lakukan, apa yang mereka ketahui, dan apa yang mereka butuhkan. Memusatkan perhatian pada sifat-sifat yang menjadikan mereka siswa yang baik dan tidak menghukum mereka karena diam (ini mungkin akan membuat mereka lebih tidak mungkin berkomunikasi).

Tipe Tidak aktif atau tidak termotivasi
Setiap kelas akan memiliki siswa yang sering tampak acuh atau bahkan tampak malas. Kadang-kadang siswa yang tidak patuh dan non-partisipatif ini kesulitan memfokuskan potensi mental mereka pada pelajaran dan di waktu lain mereka hanya memeriksa ketika mereka tidak mengerti. Siswa-siswa ini biasanya tidak terlalu memperhatikan diri mereka sendiri. Cari tahu apa yang membuat mereka tidak berhasil: Apakah ini masalah sosial? Hambatan akademik?  Siswa seperti ini mungkin membutuhkan Anda untuk memberi gambaran kebutuhan prioritas, karena mungkin ada masalah yang lebih mendesak di pikiran mereka daripada tugas sekolah.

Tipe Ahli sandiwara
Beberapa siswa membuat drama hanya untuk menjadi pusat perhatian. Mereka mungkin bergosip atau menghasut untuk membuat siswa lain memperhatikan mereka dan tidak selalu memiliki reputasi yang baik. Jangan biarkan siswa ini memanipulasi orang lain — mereka sering mahir memanfaatkan berbagai sifat orang untuk mendapatkan hasil. Sama halnya dengan pelaku intimidasi, siswa-siswa ini mungkin hanya menggunakan drama untuk menutupi masalah mereka. Siswa yang dramatis mungkin sangat membutuhkan bantuan Anda dan tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.

Tipe Sosial
Akan selalu ada beberapa siswa yang sepertinya cocok dengan semua orang. Mereka suka berbicara dan berkembang dalam situasi sosial. Siswa bertipe sosial membawa kehidupan harmonis yang unik di kelas — gunakan keterampilan mereka sebelum sosialisasi mereka tidak terkendali. Mereka memiliki kemampuan untuk bergaul dengan siswa yang introvert, pandai bersandiwara, dan membantu siswa bertipe pemimpin agar berdampak positif di kelas. Guru kadang-kadang melihat siswa ini sebagai gangguan tetapi mereka bisa menjadi tambahan yang sangat berharga bagi suatu kelompok.

Tipe Dogmatis
Beberapa siswa hanya ingin yang lain tahu apa yang mereka pikirkan. Meskipun niat mereka mungkin bukan untuk membuat Anda atau orang lain kesal, siswa yang berpendidikan cenderung menunjukkan kelemahan dan mempertanyakan segalanya, kadang-kadang mengganggu pengajaran Anda. Mereka sering cerdas dan lebih sadar daripada rekan-rekan mereka, membuat mereka merasa seolah-olah teman sekelas mereka pasti ingin mendengar apa yang mereka katakan (dan sering kali mereka lakukan).

Tipe Berantakan

Beberapa siswa tampaknya tidak dapat berlaku teratur. Mereka lupa menyerahkan pekerjaan rumah, tidak mengatur tas mereka, dan tidak memiliki keterampilan manajemen waktu yang kuat. Banyak guru memarahi siswa yang tidak terorganisir karena membuat kesalahan padahal sebenarnya mereka perlu dibimbing untuk lebih teratur dalam bersikap. Banyak trik yang bisa dicoba untuk "menundukkan" siswa seperti ini.

Demikian 10 plus Tipe Karakter Siswa SMP yang ada dalam lapangan empiris proses pengajaran. Dengan mengenal tipe-tipe ini, walau sepintas, diharapkan menjadi bahan pijakan bagi guru bagaimana memperlakukan mereka secara tepat, sehingga tujuan pengajaran akan berhasil. Semoga bermanfaat, happy teaching!

Referensi DI SINI
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, dan Seorang Pembelajar