Mengenal Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama dan Mesjid Ketiga Termulia


Hampir setiap momen peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, para da'i selalu membahas prosesi peristiwa tersebut dari segi perjalanannya, juga hasil Isra Mi'raj yakni shalat 5 waktu.

Namun, jarang sekali menyentuh pembahasan tempat. Mengapa harus masjid Al-Aqsa, bukan yang lain? Apa keistimewaan Al-Aqsa sehingga dipilih oleh Allah sebagai tempat "transit" Baginda Nabi dalam perjalanan Isra mi'raj? Apa saja yang melatarbelakangi peristiwa ini?

Serangkaian pertanyaan tersebut perlu kita ketahui untuk memaknai secara utuh tentang Mesjid Al-Aqsa dan sikap terbaik apa yang perlu kita curahkan untuk Al-Aqsa.

Insya Allah dalam postingan ini, akan digambarkan secara sederhana ustadz yang satu ini, sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Selamat membaca!

Peristiwa sebelum Isra Mi'raj yang dialami Nabi Muhammad SAW dan Keutamaan Mesjid Al-Aqsa

Hari-hari itu adalah hari-hari paling sulit dalam kehidupan Rasulullah Muhammad. Ditinggal wafat kekasih, juga paman yang sangat dicintainya, di saat yang sama

Para pengikutnya terus menerus disakiti, kaumnya yang dulu memuji-muji dan meyakininya sebagai sang terpercaya, kini menghina dan menyempitkan dirinya

Belum lagi risalah yang harus dia emban, menghantarkan petunjuk suci bagi semua manusia, agar memuliakan dirinya dan orang lain, memuliakan bumi seutuhnya

Allah menghiburnya, dengan memperjalankannya di malam itu, menuju tanah pusat barakah, memancar darinya jalan menuju sidratul muntaha menjumpai Allah

Mengapa Masjidil Aqsha? Sebab disitu tanah yang diberkahi, dengan sejarah serupa Masjidil Haram, dimana layar masa depan akan digelar di tanah itu pula

Tanah yang penduduknya terjajah dan terdzalimi, ditunjukkan pada Rasulullah Muhammad di masa itu, agar Rasulullah memperhatikannya, lalu menyusun langkah-langkahnya

Selepas itu, Rasulullah tak henti-henti menyebut-nyebut tentang keutamaan tanah penuh barakah itu. Hingga para sahabat pun tersulut rindu akan mengunjunginya

Hingga satu saat, Maimunah binti Sa'ad bertanya, "Duhai Nabi Allah, berilah fatwa tentang Baitul Maqdis. Nabi menjawab, "Tempat dikumpulkan dan disebarkan (manusia)", begitu

Nabi melanjutkan, "Maka, datangilah ia dan shalat di dalamnya. Karena shalat di dalamnya seperti shalat 1000 rakaat di (masjid) selainnya", tegas beliau

Maimunah berkata lagi, "Bagaimana jika aku tidak bisa?". Nabi menjawab, “Maka kirimlah minyak (hadiah) untuk penerangannya. Siapa yang memberikannya, maka seolah ia telah mendatanginya" - HR Thabrani




Kompleks Masjidil Aqsha dan Waktu dibangunnya
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١)

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui (QS Al-Isra:1)

Banyak yang bertanya, apakah dulu di Al-Quds (Baitul Maqdis) sudah ada Masjid sebagaimana sekarang? Yang manakah masjidnya? Apakah yang berkubah emas?

Pertama-tama, kita perlu tahu terlebih dulu, bahwa yang dimaksud dengan Masjid, adalah tempat sujud. Disebut Masjid, apabila tempat itu digunakan untuk sujud

Maka penyebutan Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, bukan menunjuk pada bangunan, tapi kepada tempat atau wilayah yang telah ditentukan oleh Allah

Kapankah ia dibangun? Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan, Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah tentang Masjid pertama yang dibangun. Rasul menjawab: "Masjidil Haram". Abu Dzar bertanya lagi: "Selanjutnya apa?". Rasul menjawab: "Masjidil Aqsha". Abu Dzar bertanya lagi: ''Berapa lama jarak pembangunan keduanya?". Rasulullah SAW berkata: "40 tahun". Begitu kisahnya

Adapun Masjidil Aqsha, adalah sebuah kompleks, yang terdapat di dalamnya beberapa Masjid, menara, madrasah, dan juga bangunan-bangunan lainnya

Yang sering kita lihat, berkubah emas, adalah Kubah As-Sakhra (Kubah Batu), yang dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Khilafah Umayyah pada 688-691

Sedang yang beratap abu kebiruan adalah Masjid Al-Qibliy (Masjid Kiblat) awalnya dibangun oleh Khalifah Umar, sedang yang berada di bawah tanah adalah Mushala Marwani

Kompleks ini diyakini pula menjadi tempat Nabi Sulaiman membangun Haikal-nya, untuk mengagungkan Allah, sebab sedari dulu, begitulah kisah kompleks Masjidil Aqsha ini

Mengenal Masjidil Aqsha, sebagai tempat kiblat pertama kaum Muslim, Masjid ketiga termulia. Adalah awal dari re-koneksi kita dengan Baitul Maqdis, pusat barakah.

Lanjut Yu dengan DONASI

Kita memang dalam kondisi sulit hari-hari ini, tapi bukankah lebih utama bagi kita untuk bisa tetap memperhatikan Baitul Maqdis, justru saat kita pun sedang sulit? Bukankah Rasulullah juga memerhatikannya saat sulit?

Donasi untuk Mesjid Al-Aqsa, bisa Anda salurkan melalui :
Bank Syariah Mandiri
77 44 12345 8
A/N Sahabat Al Aqsha Yayasan

Picture by @islamic_landmarks and @arabnews
Text by UFS
Deni Kurnia
Deni Kurnia Seorang Pembelajar, tak Lebih