Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ngobrol Sejenak Bersama Tukang Rujak: tentang Pilihan Hidup dan Keyakinan


Rehat di Jalan Pramuka, membeli se-cup rujak bebek (rujak yang ditumbuk), ngobrol sedikit tentang suatu hal, rasanya sayang jika momen ini tak diabadikan dalam bentuk tulisan. Memang ini sesuatu yang sangat biasa. Tak ada yang "wah" dan istimewa.

Namun, setelah saya renungi, ada sedikit pelajaran dari obrolan. Tentang pilihan hidup dan keyakinan.

Pertama tentang pilihan hidup

Kita faham bahwa, "life is the choice", hidup adalah pilihan. Semua manusia sejak dini memiliki cita-cita dalam hidupnya. Semua berhak menentukan dan memilih, mau menjadi apa di masa berikutnya. Maka, ia mulai meniti langkah untuk mencapai cita-cita tersebut.

Namun, tentulah Allah yang memiliki hak prerogatif untuk menentukan apapah seseorang itu berhak mendapatkan apa yang dicita-citakan, atau menggantinya dengan yang lebih baik, atau justru yang selain itu, yang tidak pernah diimpikan, tak pernah diharapkan.

Termasuk tukang rujak tadi. Saya fikir, tak ada dalam benaknya dulu sewaktu kecil atau remaja, berkeinginan untuk menjadi tukang rujak. Terkadang hidup bukan juga pilihan, tapi kenyataan yang harus dihadapi.

Kedua, tentang keyakinan hidup.

Setelah semua pilihan tak ada yang diraih, maka datanglah sebuah kenyataan, walau tak diharapkan.

Seperti tukang rujak tadi, tugasnya adalah menerima kenyataan dan menjalaninya dengan sepenuh hati. Yakin bahwa dengan menjalani peran sebagai tukang rujak, adalah sebuah upaya halal untuk menjemput rizki bagi diri dan keluarganya.

Sesuai salah satu isi obrolannya, bahwa ia tiap hari harus berjalan berkilo-kilo meter menjajakan dagangannya. Bagi saya pribadi, menganggap setiap langkah yang ia ayun, setiap tetes keringat yang bercucuran dari tubuhnya, dalam rangka memenuhi kewajiban dari Allah bagi dirinya untuk memberi nafkah yang halal bagi keluarganya, jika diniatkan ibadah, maka itu adalah ibadah yang besar pahalanya.

Maka dari obrolan sederhana ini, saya khususnya mendapatkan dua hal berharga. Kesadaran menghadapi kenyataan dan keyakinan menjalani pilihan.

Semoga bermanfaat­čÖĆ

Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra. Selebihnya hanya seorang pembelajar