Perbedaan Kata Najjainakum dengan Anjainakum, yang Bermakna Kami Selamatkan Kalian


Perbedaan Kata Najjainakum dengan Anjainakum
- Sungguh Bahasa Arab memiliki ke khasan tersendiri, baik dari struktur bahasanya, balaghohnya, dan ketinggian makna setiap kata. Tak mengherankan Allah memilihnya menjadi bahasa Al Qur'an. 

Coba renungkan, rahasia di balik pilihan kata dalam Bahasa Arab, yang boleh jadi dalam bahasa kita diterjemahkan sama, tetapi fakta pemikirannya berbeda.
 

Perhatikan baik-baik, ketika Allah menggunakan "Najjainakum" dengan, "Fa Anjainakum" (Kami selamatkan kalian) pada konteks yang berbeda. 

Pertama, Allah gunakan, "Najjainakum" (Kami selamatkan kalian) dari kezaliman dan kekejaman Fir'aun dan pasukannya


وَإِذۡ نَجَّیۡنَـٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ یَسُومُونَكُمۡ سُوۤءَ ٱلۡعَذَابِ یُذَبِّحُونَ أَبۡنَاۤءَكُمۡ وَیَسۡتَحۡیُونَ نِسَاۤءَكُمۡۚ وَفِی ذَ ٰ⁠لِكُم بَلَاۤءࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِیمࣱ

"Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu". [Q.s. Al-Baqarah: 49]

Kedua, Allah gunakan, "Fa Anjainakum" (Kami selamatkan kalian)


وَإِذۡ فَرَقۡنَا بِكُمُ ٱلۡبَحۡرَ فَأَنجَیۡنَـٰكُمۡ وَأَغۡرَقۡنَاۤ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan" [Q.s. Al-Baqarah: 50]

Apa bedanya? Perhatikan, Allah menggunakan bentuk kata kerja, dengan wazan Fa'ala-Yufa'ilu, Najjaina, karena waktunya panjang dan lama. Bertahan-tahun. 

Sedangkan, "Fa Anjainakum" dengan wazan, "Af'ala-Yuf'ilu", karena menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari Laut Merah tidak membutuhkan waktu lama, tapi singkat. 

Karena itu, bersabar terhadap kezaliman orang zalim membutuhkan waktu panjang. Sekaligus menguji kebenaran iman dan komitmen kita. Tetapi, yang pasti, Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya


Cara Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya juga di luar nalar, meski ada hukum sebab akibat yang harus dilakukan sebagai syarat, yaitu memukulkan tongkat ke laut, sehingga Allah membelah, dan terbelahlah laut itu (Q.s. al-Syu'ara': 63)

Hikmah 


Ada beberapa hikmah dari pembahasan perbedaan Kata "Najjainakum" dengan kata "Anjainakum" walau terjemahnya dalam bahasa Indonésia sama yaitu "Kami selamatkan kalian". 

1. Allah hendak mengajari kita, agar hati kita 100% hanya bersandar kepada-Nya. Juga ikhtiar sebaik mungkin, sebagai hujah kita kelak..

2. Pertolongan Allah terkadang serasa jauh, padahal dekat. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya :

‎“…Kapankah datangnya pertolongan Allah? Ketahuilah olehmu, ‎sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Q.S. Al-Baqarah: 214)‎

Yang kita perlukan adalah ketabahan dan kesungguhan menjemput pertolongan-Nya, atau memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan dari-Nya.

Diolah dari tulisan KH Hafidz Abdurrahman