-->

Aneka Macam Bacaan Iftitah dalam Shalat, Mana yang Tepat?

Aneka Macam Bacaan Iftitah dalam Shalat, Mana yang Tepat? Begitulah kira-kira sebuah pertanyaan dari seseorang tentang salah satu bacaan dalam shalat, yaitu bacaan iftitah. Bacaan iftitah adalah bacaan pembuka yang dibaca di antara takbiratul ihram dan Surah Al Fatihah.

Bacaan iftitah memang tidak satu macam, melainkan ada beberapa macam lafal dari beberapa riwayat perowi. Bacaan iftitah ini menurut madzhab Syafi'i dan Maliki, hukumnya Sunnah. Berbeda dengan madzhab Hanafi, yang beranggapan bahwa membaca bacaan iftitah setelah takbir hukumnya wajib. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai hukum membaca iftitah dalam shalat, kita perlu juga mengetahui bacaan-bacaan iftitah, baik lafal maupun periwayatnya.
Gambar dari Rajapena.org

Macam-macam Bacaan/ Doa Iftitah dalam Shalat

Abufadli.com merangkum beberapa lafal bacaan/ doa iftitah dari berbagai sumber yang ada, dan tersaji ada 5 macam redaksi/ lafal doa iftitah, berikut transliterasi Latin dan terjemahnya.

Doa Iftitah 1 ( Doa Iftitah: "Allahu Akbar kabiiraa...)
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Terjemahnya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)
.” (HR. Abu Daud)

Doa Iftitah 2 (Doa Iftitah: Allahumma Baa'id Bainii...)

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Allaahumma Baa’id Bainii Wa Baina Khathaayaaya Kamaa Baa’adta bainal Masyriqi Wal Maghrib. Allaahumma Naqqinii Minal Khathaayaa Kamaa Yunaqqats Tsaubul Abyadlu Minad Danas. Allaahummaghsil Khathaayaaya Bil maa-i Wats Tsalji Wal Barad”

Terjemah:
Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.” (HR. Bukhari dan Muslim

Doa iftitah 3 ( Doa Iftitah: "Allahumma Rabba jibril...")

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Allahumma Rabba Jibriilaa Wa Miikaaiila, Wa Israafiila Faa Thirassama Waati Wal Ardhi, ‘Aalimalghoibi Wasyahaadati Anta Tahkumu Baina ‘Ibaadika Fiimaa Kaanuu Fiihi Yakhtalifuuna. Ihdinii Limaakh Tulifa Fiihi Minal Haqqi Bi Idznika Innaka Tahdii Mantasyaa‘u Ilashiraathimmustaqiim.”

Terjemah:
Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Sebagai Pencipta langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui yaitu Mengetahui yang gaib dan yang nampak.Muslim,

Ya Allah, yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka pertengkarkan. Berilahlah petunjuk kepada kami untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.”
(HR Muslim)

Doa Iftitah 4 ( Doa Iftitah: "Subhanaka....")

  سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

Terjemah:
Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)


Doa iftitah versi pendek

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Alhamdulillaahi Hamdan Katsiiron Thayyiban mubaarakan fiihi.”

Terjemah:
“Segala puji untuk Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah.”

Doa Iftitah mana yang tepat untuk dibaca dalam shalat?

Tiba kepada kesimpulan dari pertanyaan, di antara (setidaknya) lima macam doa/bacaan iftitah di atas, manakah yang tepat untuk dibaca?

Shalat adalah ibadah, yang harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya 'ittiba. 'Ittiba' adalah melakukan ibadah sesuai dengan yang dicontohkan/ atau diatur oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam. Begitupun dengan bacaan-bacaannya, walaupun hukumnya sunnah, tetap saja harus 'ittiba kepada Rasul.

Dalam hal doa atau bacaan iftitah yang mana yang tepat, sepanjang ada dalilnya, maka itu tepat untuk diamalkan. 

Wallahu a'lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel