Bacaan Imam - QS Ali Imran Ayat 190-194 (Ciri-ciri Ulul Albab)

Ulul Albab adalah sebutan untuk kaum beriman kepada Allah yang memaksimalkan akalnya untuk mentafakuri kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Di Surah Ali Imran ayat 190-194, ada 7 ciri dari ulul albab.




Bacaan Imam - QS Ali Imran Ayat 190-194 (Ciri-ciri Ulul Albab) - Bacaan ayat ini biasa dibaca oleh yang mengimami shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Berbicara mengenai ciri-ciri dari ulul albab, sebuah predikat bagi mukmin yang benar-benar memaksimalkan akalnya untuk menjalankan ketaatan.

Selain sebagai salah satu bacaan favorit bagi imam shalat, QS Ali Imran ayat 190-194 ini baiknya kita hafalkan, sebagai bahan renungan dan pengingat bagi kita untuk berusaha nenyesuaikan diri dengan karakteristik ulil albab.

Berikut Selengkapnya bacaan ayat ke-190 sampai ayat ke-194:

QS Ali Imran 3 : 190-194

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾

 الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

 رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴿١٩٢﴾

 رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ ﴿١٩٣﴾

 رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ ﴿١٩٤﴾

Terjemah QS Ali Imran: 190-194

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.

193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.

194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.”

Pesan-pesan utama QS Ali Imran: 190-194

1. Ciri-ciri Ulul Albab.
2. Langit dan bumi, malam dan siang mereka ciptaan Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya.
3. Orang yang dimasukkan ke neraka adalah orang yang dihinakan.

Pesan-pesan lainnya

Di antara ciri-ciri Ulil Albab (orang pintar) adalah :

1. Selalu mengingat Allah.
2. Memikirkan ciptaan Allah.
3. Mengakui bahwa ciptaan Allah adalah sempurna adanya.
4. Mengakui keTuhanan Allah.
5. Memohon ampun atas kesalahannya.
6. Memohon agar diwafatkan dalam kondisi baik/iman.
7. Memohon agar dihindari dari siksa neraka.

Mutiara Kalam berkaitan QS Ali Imran: 190-194 tentang pentingnya berfikir

Telah diriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibnu Abdul Aziz r.a., bahwa ia pernah menangis di suatu hari di antara teman-temannya. Ketika ditanyakan kepadanya mengapa dia menangis, ia menjawab,

"Aku sedang memikirkan perihal dunia dan kesenangan serta nafsu syahwatnya, maka aku dapat mengambil pelajaran dari-nya. Yaitu setiap kali nafsu syahwat belum terlampiaskan, maka terlebih dahulu dikeruhkan oleh kepahitannya. 

Sekiranya di dalam dunia tidak terdapat pelajaran bagi orang yang memikirkannya, sesungguhnya di dalam dunia terdapat peringatan bagi orang yang mengingat."

Ibnu Abud Dunia mengatakan bahwa Al-Husain ibnu Abdur Rahman pernah mengucapkan syair-syair berikut kepadanya, yaitu:

Hiburan orang mukmin adalah bertafakkur, kesenangan orang mukmin adalah mengambil pelajaran. Kami memuji kepada Allah semata, kami semua berada dalam bahaya. 

Banyak orang yang lalai (berzikir) umurnya telah habis, sedangkan dia tidak menyadarinya. 

Banyak kehidupan terpenuhi semua yang dicita-citakannya, bunga-bunga yang mekar dengan gemericik air dari mata air, naungan pepohonan, tumbuh-tumbuhan yang segar, dan buah-buahan yang masak, semuanya itu menjadi berubah oleh lewatnya masa yang begitu cepat; demikian pula pemilik-nya. 

Kami memuji kepada Allah semata, sesungguhnya pada yang demikian itu terkandung pelajaran. Sesungguhnya pada yang demikian itu terkandung pelajaran bagi orang yang berakal jika ia menggunakan akal pikirannya.


Demikian paparan singkat QS Ali Imran: 190-194