-->

Belajar dari Penderita Covid: yang Belum Kami Miliki, "Ridho atas Qodho"

Illustrasi dari merdeka

Menjadi khotib Idul Adha, secara lantang mengajak diri dan jamaah untuk meneladani ketaatan total Nabi Ibrahim a.s terhadap perintah Allah. Mengajak diri dan jamaah untuk tidak memilih dan memilah perintah dan larangan Allah SWT. Terkadang semua itu terasa cukup seolah menjadi orang yang bertakwa. Namun, ternyata salah. Sepulang dari mesjid, istri video call dengan sahabat kami, Bu Iis Halimah, dan saya tentu mendengarkan isi pembicaraan mereka. Sebuah pembicaraan yang menampar kesadaran, meruntuhkan keakuan.

Apa yang terjadi? Sahabat kami ini sudah sebulan terbaring lemah karena penyakit yang dideritanya, di RSUD Sayang Cianjur. Beliau divonis Covid-19 dan diabetes. Siapapun tak bisa menemaninya di ruang ICU. Selang oksigen dipasang di hidungnya untuk membantu pernafasan. Bagi kami yang pernah menderita Covid-19, sangat merasakan derita yang hampir sama. 

Beliau berupaya untuk memupuk ridho atas qodho yang terjadi, mengenyahkan keluh kesah, menyemangati diri untuk bertahan dengan keyakinan, bahwa Allah akan memberinya kesembuhan. Memupuk asa bahwa penyakit yang diderita adalah cara Allah mencintainya dan mengangkat derajatnya.

Momen idul Adha ini, selain bisa silah ukhuwwah dengan tetangga, namun yang lebih berharga bagi kami, sebuah kesadaran bahwa ada salah satu ilmu tingkat tinggi yang belum kami miliki, "Ridho atas Qodho".

Atas izin beliau, inti percakapan dan ceritanya selama sebulan dirawat di rumah sakit, saya angkat dalam postingan abufadli.com


Kisah Indah di Bulan Dzulhijjah

Hari ini di Ruang Flamboyan RSUD Sayang Cianjur

Allohuakbar....Allohuakbar....Allohuakbar...Alllohukbar laailaahaillallohuallohuakbar Allohuakbar walillahilhamd

Allohulaaailaahailloh wahdahu laasyarikalah lahulmulku walahulhamdu wahualakullisyaiin qodir laahaula walaaquwwata illabillahilaliyyiladziim

Qodarulloh lebaran Idul Adha tahun ini., Aku harus isoman. Selain karena Virus covid aku divonis Diabets.

Innalillahowainnailaihirojiun...laailahaillanta subhaanaka inni kuntu minadzolimin...begitulah...

Antara sedih tapi sadar juga bahwa ini semua adalah ketetapan darinya. Ternyata si Covid mampir juga ke tubuhku, semua pasti ada hikmah dan pembelajaran dari-Nya..

Ya..Robb...lapangkan dada ini menerima ketetapan takdir dari-Mu, ampuni dan rahmati kami dan jadikan kami menjadi orang yang sabar menerima ketetapan dari-Mu dan bersyukur atas segala nikmat-Mu dan jadikan kami orang yang bertakwa aamiin.

Alhamdulillah Alloh mengkaruniakanku rizki yang berlimpah mulai dari suami yang soleh dan penyayang, anak-anak yang solih solihah, tetangga yang baik saudara-saudara dan mama yang selalu men-support apapun, belum lagi temen-teman PKS yang selalu siap dan sigap membantu.

Di balik setiap musibah Sesungguhnya Alloh iringkan dengan banyak kemudahan. Qs Al insyroh..

Itulah yang selalu diingatkan belahan jiwa. "Ummi...bersyukurlah..Alloh banyak memberi kemudahan dan kelapangan..selama ini sabar..terima..ridho musibah ini adalah ketentuan dari-Nya. Jangan mengeluh dan putus asa Alloh sedang menaikan level kita. Sabar ya....." begitu nasehat imam ganteng dan solehku, dan aku jawab dengan linangan air mata. Jazakalloh kesayanganku...kau telah ingatkan selalu tentang Sabar dan Syukur.

Tibalah malam, berjuang di RSUD Sayang Cianjur, dengan kondisi yang ada. Awalnya nyantai aja aneh ada orang sakit makan apa aja enak. Yang kebayang makanan..buah buahan sayuran..gak ngerti. Apalagi suami tau bagaimana memanjakan lidahku masyaAlloh....apa yang kuinginkan selalu berusaha beliau penuhi. Dan Masya Alloh..lidah ini begitu nikmat menikmati...

Tapi kondisi itu tak berlangsung lama, sesak, pusing perasaan tak nyaman mulai menghampiri..aku coba menyadarkan diri. Betapa Alloh Maha baik 45 tahun bernafas gratis, badan dan paru serta anggota badan bekerja untuku dan hari itu Alloh mengingatkan bahwa jiwa dan raga ini adalah milikNya bukan milikku. Betapa aku telah berbuat dzalim memporsir tubuh ini , dan kadang mengabaikan haknya astagfirulloh...

Jadi beberapa waktu sebelumnya sempet minta ke Alloh pengen rehat dulu cape..dan memang Alloh rehatkan subhaanalloh...padahal harusnya kata Ummi Iim Imronah Mintalah sama Alloh untuk menguatkan punggungmu dalam menunaikan amanah. Niscaya Alloh akan kuatkan. Ini mintanya rehat. Jadi Alloh kabulkan buat rehat. Subhaanalloh..

Sehari nginep di ruang matahari sebelah ranjangku satu ruangan meninggal. Semoga husnul khotimah..kembali menjadi bahan renungan ya..Alloh..apa yang telah kulakukan dengan raga yang dititipkan Alloh padaku? 

Kemudian hari-hari berikutnya mulai ngedrop antara sadar dan tidak aku dipindah lagi ke ruang Iso Matahari. Disana aku cuman beberapa malam dan akhirnya aku dibawa ke ruang ICU.

Tapi di saat saat ngedrop seperti itu datang Pak dr.Masrin yang selalu mensupport..semangat Bu Iis..insyaAlloh sembuh..begitupun dengan para perawat meski dengan beraneka ragam cara sesuai karakter masing-masing. Mereka mensupport para pasien agar optimis dan taat aturan agar segera sehat kembali.

Jazakalloh Pak dr H.Masrin , Bu Dr Hj Irma Rahmawaty atas segalanya..

Ketika rasa sakit mendera...kadang ada juga keinginan dan bertanya kepada sang kholik. Kenapa sakit ini ditimpa pada ku?

Tapi..Ya...Alloh...malu...karena diri ini bukan milikku. MilikNya..jadi ya..gimana...hanya akhirnya mengingatkan diri ini tentang dosa-dosa lahir bathin. 

"..Ya...Alloh jadi malu ..tapi akhirnya aku mohonkan kesembuhan karena ada amanah lain yang menunggu...ada tugas yang harus diselesaikan..Alhamdulillah berusaha ridho. Sabar dengan ketetapannya...ternyata lebih meringankan tubuh ini.

Pas masuk RSUD, Ustadzahku ..Bu Istinganah mengingatkan..."sing sabar ya...Alloh sedang menguji..sering latihan nafas dan bisikan ya..Alloh aku Ridho..aku Ikhlas menerima ini..ya..Alloh sabarkan dan kuatkan aku. Insya Alloh bu Iis bisa melewatinya insyaAlloh kuat dan sabar. 

MasyaAlloh..jazakillah ummi isti udah diingatkan.Dan memang jadi bekal yang sangat bermanfaat. Padahal sebelumnya...ada ego juga kenapa harus ridho?

Takbir. Berkumandang bersahut sahutan...laahaula walaquwwata illa billah..sesungguhnya diri ini lemah Dialah yang Maha kuat, sesungguhnya diri ini tak berdaya dan Dia Maha segalaNya..

Dimalam ini..hanya hikmah-hikmah indah yang dirasa.

Tentang jati diri, Al kholik, dan makhluk

Tentang KeMahakuasaan Robb semesta Alam dengan makhluk yang hina

Tidak ada kekuatanbpun kecuali atas izin-Nya Hikmah yang terserak kembali menjadi satu, satu per satu Alloh tunjukan kekuasaan , kebesaran dan hikmah kehidupan.Tentang kasih sayang dan peran seorang pasangan yang berkomitmen di jalan Alloh, peran ummi, Abi, Anak tentang rasa kesetiakawanan..

Ya..Rob...satukanlah kami di dunia dan akhirat di tempat terbaik dan tertinggi..terimalah amalan ibadah kami. Ampunilah dosa dosa kami..maafkan dan selamatkan kami..ya..Dzul dzalali wal ikrom...

# Terimakasih atas dedikasi para pahlawan kesehatan, para Dokter perawat, OB ...RSUD Cianjur, specially tim ICU semangat terus melayani dari hati...maaf ya...sempet mau kabur he..he..

# Terimakasih belahan Jiwa, anak-anak

# Terimakasih grup 22, samawa, ortu siswa, tetangga rt 03 dan 01 rw 10 Desa Bobojong Kec Mande

#Terimakasih temen-temen PKS DPD Cianjur selalu tetap semangat berkhidmat untuk Ummat

# Terimakasih Ya..Alloh atas hikmah Indah di bulan Dzulhizah semoga hari Esok lebih baik beriman dan beramal

# Terimasih sahabat berkenan membaca kisahku semoga kita dapat memetik pelajaran

# Selamat Hari Raya Idul Adha

Doa Kami

Bu Iis Halimah adalah sahabat kami sejak dulu. Sebagai sahabat, kami memohonkan karunia kepada Allah untuk kesembuhanmu.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

"Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit" (HR. Bukhari).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel