Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

99.co

Bagaimana cara menghitung zakat emas dan perak? - Sebagai bagian dari kekayaan, kepemilikan emas dan perak wajib dizakati. Setelah kemarin kita bahas mengenai Tata Cara Menghitung Zakat Perdagangan, kali ini kita membahas cara menghitung zakat emas dan perak. Ajengan Aef (Saefudin Abdul Fattah), pengasuh kajian fiqih MQ 102,7 FM Bandung ini, menjawab pertanyaan di atas dengan paparan berikut ini.

Dalil Zakat Emas Perak

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakannya (menzakati) pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS. At Taubah: 34-35).

Nishob Zakat emas dan perak

Wajib dikenakan zakat jika emas yang tersimpan (bukan yang dipakai perhiasan) telah mencapai atau melebihi nisabnya yakni 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), kadar zakat emas adalah 2,5%.

Sementara itu, zakat perak wajib ditunaikan jika perak yang dimiliki telah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram, kadar zakatnya ialah 2,5% dari perak yang dimiliki.

Cara menghitung zakat emas/perak:

2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh:

Ibu Fulanah memiliki emas yang tersimpan sebanyak 100 gram (melebihi nisab), maka emasnya sudah wajib untuk dizakati.

Jika ingin menunaikan zakat emas dengan uang, maka emas tersebut perlu di konversikan dulu nilainya dengan harga harga emas saat hendak ingin menunaikan zakat, misalnya Rp.800.000,-/gram, maka 100 gram senilai Rp.80.000.000,-.

Maka Zakat emas yang harus ibu Fulanah tunaikan adalah 2,5% x Rp.80.000.000,- = 2.000.000,-.

Wallahu a'lam bishowaab