Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Tak Ada Ide, Ada 6 Tips yang Bisa Dicoba untuk Membuat Artikel di Blog

Menulis di blog merupakan upaya kreatif untuk mengasah keterampilan berbahasa tulisan dan menuangkan segenap ide, opini, atau apapun yang ada dalam pemikiran kita. Menuangkan ide dalam bentuk tulisan tentu tidak hanya blog sebagai medianya, banyak yang lainnya. Tapi, menggunakan blog sebagai media untuk menulis memiliki keunggulan tersendiri.

Blog itu sendiri adalah bagian dari website. Konten dominan dari blog adalah tulisan, walaupun sering ditambahi gambar, video, ataupun grafik lainnya. Blog bersifat lebih dinamis, "menuntut" kita untuk selalu melakukan "update" berupa artikel, sesuai niche yang kita kuasai tentu.

Keunggulan lainnya, blog sangat mudah dibuat dan dioperasikan oleh siapapun, walaupun dia tak faham kode-kode html.

Karena blog menuntut kita untuk melakukan update/pembaruan konten berupa artikel, maka sebagai blogger tentunya kita harus memperbanyak referensi dan literasi, agar muncul ide untuk kita buatkan artikel.

Pertanyaannya, bagaimana jika kita tak memiliki ide untuk menulis di blog? 

Manusiawi, jika suatu saat kita sebagai blogger, merasa blank dari ide. Saya pun sering merasakan hal tersebut. Padahal kita tahu, jika kita hanya menunggu "mood" ketika menulis, atau dengan kata lain, jika mood sedang bagus, baru menulis. Jika tidak, ya tidak menulis, maka ini adalah penyakit blogger yang harus dihindari.

Memaksakan diri untuk konsisten membuat artikel sesuai jadwal yang kita tentukan, sehari 1 artikel, atau dua hari sekali, ataupun seminggu 3 kali, akan mendatangkan mood dan beroleh ide untuk mengisi blog dengan artikel.

Jika tak ada ide untuk menulis di blog, begini yang saya lakukan :

1. Buka twitter, cari yang sedang trending, dan tulislah dari sudut pandang kita

Ini berlaku untuk media sosial lainnya, ataupun situs berita besar. Sesuatu yang sedang trending topic, tentunya sedang banyak dicari/dibaca/ditonton banyak orang. Ini peluang bagi kita untuk mendapatkan ide tulisan.

2. Mencurahkan Isi hati (curhat)

Mencurahkan isi hati ke dalam bentuk tulisan, ini yang paling gampang kita lakukan. Bukankah kita sudah terbiasa menulis di buku harian? Tapi tentu, dalam curhat-nya tidaklah lebay. Apapun yang kita tulis, ada dalam bingkai/frame blogging yang sudah kita tentukan.

Misal, blog kita tentang dakwah. Maka sekalipun isinya curhat, namun tetap bernilai dakwah bagi pembacanya.

3. Membuat pertanyaan kepada rekan

Cara ini juga pernah saya lakukan. Saya kirimkan broadcast melalui WAPRI ke beberapa rekan tentang suatu pertanyaan. Semua jawaban yang diberikan, bisa menjadi sebuah artikel tentang topik tertentu.

4. Ide dari Orang Lain

Ketika kita browsing di internet, lalu menemukan artikel yang bagus, lalu kita mendapatkan ide darinya dan kita tuliskan menjadi artikel baru yang berbeda dengan artikel yang kita baca tadi, walaupun idenya dari artikel tersebut.

5. Mencari arti sebuah kata/istilah

Dari satu arti kata atau istilah, kita bisa mendapatkan ide untuk menulis. Banyak situs yang berisi konten-konten definisi, semacam Wikipedia ataupun KBBI. Atau juga dari istilah bahasa asing, kita bisa mengembangkannya menjadi sebuah tulisan. (Contoh, baca :Perbedaan Makna Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, dan Syafahallah)

6. Ngobrol dengan siapapun

Terus terang saya lebih banyak mendapatkan ide untuk mengisi konten blog dengan cara ngobrol dengan siapapun. Misalnya, ketika kita minum kopi di sebuah kedai, sambil ngobrol dengan pemiliknya, ini bisa juga menjadi sebuah artikel ( Contoh, baca : Ngopi di Kedai Kopi Hanna). Dan alhamdulillah, artikel sederhana tersebut dibaca banyak orang.

Sebenarnya masih banyak cara yang bisa kita coba untuk mendapatkan ide menulis artikel blog. Kata kuncinya, sebaiknya kita konsisten untuk menulis artikel, dalam keadaan good mood maupun bad mood. Jika sudah terbiasa dengan disiplin akan hal tersebut, semua yang kita lihat, yang kita rasakan, yang kita fikirkan, akan tertuang menjadi artikel-artikel yang menarik.

Semoga bermanfaat!
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, dan Seorang Pembelajar