Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hitung-hitungan Biaya Membuat Website/Blog Sekolah

Masih tentang website/blog sekolah, setelah sebelumnya saya bahas mengenai tujuan memiliki website/blog sekolah beserta paparan untung ruginya (silakan baca : Untung Rugi Memiliki Website/blog Sekolah), sekarang kita akan hitung-hitungan mengenai besaran biaya pembuatan website/blog.

Sebelum kita menghitung biaya pembuatan website/blog sekolah, ada baiknya kita memahami dulu istilah-istilahnya. Dua di antaranya adalah DOMAIN dan HOSTING. Dua istilah ini yang menjadi fokus penghitungan biaya, selain nantinya ada biaya di luar itu.

Menurut JagoanHosting, domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi server komputer agar lebih mudah diingat daripada menggunakan IP (Internet Protokol) address. Agar website / aplikasi onlinenya dapat dengan mudah diakses oleh pengunjung, maka pemilik website tersebut harus menggunakan domain.

Sedangkan hosting adalah tempat untuk menyimpan segala macam kebutuhan suatu website agar dapat online di dunia maya atau internet. Agar website kita bisa online di dunia maya, maka tentu website kita membutuhkan layanan hosting.

Nah itu tadi pengertian domain dan hosting. 

Sekarang kita bagi dua istilah tersebut menurut penggunanya, berdasarkan biaya dan dibutuhkan dalam membuat website/blog.

1) Hosting GRATIS, domain GRATIS
2) Hosting GRATIS, domain BERBAYAR
3) Hosting BERBAYAR, domain BERBAYAR

Hosting gratis, domain gratis

Ada beberapa platform blog/website yang menyediakan layanan gratis ini, baik domain maupun hostingnya. Yang paling terkenal adalah wordpress dan blogger. Untuk wordpress bisa didapatkan di situs wordpress.com. Namun sayang, layanan gratis ini memiliki banyak keterbatasan. Misal, ketika kita membuat blog dengan nama domain (subdomain) namasaya.wordpress.com. Blog ini tidak bisa sepenuhnya kita kelola, tidak bisa diutak-atik kode html-nya, juga tak bisa dipasangi iklan.

Sedangkan blogger, kita bisa membuat blog dengan nama, misalnya, namasaya.blogspot.com. Walaupun sama-sama numpang domain dan sama-sama gratis, namun blogger.com jauh memiliki keunggulan.

Beberapa keunggulan blogger dibanding wordpress.com :
  1. Kode html bisa dimodifikasi sesuai keinginan kita
  2. Template/tema bisa kita ganti sesuka hati
  3. Bisa dimonetisasi, misal dengan dipasangi Google Adsense
Jadi, untuk yang serba gratisan ini, lebih baik menggunakan platform blogger.

Hosting Gratis, Domain Berbayar 

Jika kita memiliki blog dengan alamat, misalnya, namasaya.blogspot.com, berarti kita numpang hosting di blogger. Namun jika kita ingin menggunakan nama domain sendiri menjadi namasaya.com, di blogger memungkinkan untuk itu.

Penggantian subdomain di blogspot menjadi domain sendiri, dikenal dengan istilah custom domain.

Bagaimana dengan di wordpress yang gratisan? Kita susah untuk menggantinya dengan nama domain sendiri.

Perhitungan biaya 

Biaya hosting : Rp 0
Biaya domain:  Rp 55.000/tahun untuk domain resmi sekolah (.sch.id)
Biaya setting: tergantung blog maker, kecuali dibuat dan di-custom sendiri, tak usah mengeluarkan biaya.

Opsi ini ( hostingnya tetap di blogger, gratis, dan domainnya berbayar), sangat saya rekomendasikan bagi admin blog pemula dan bagi yang tidak ingin ribet menyewa hosting.

Catatan:
Saya siap membantu membuatkan sebuah blog sekolah ataupun blog pribadi, dengan rincian :
1. Blog profesional dengan SEO include, dan domain top level. 
2. Template blog premium (seharga Rp 245.000), namun untuk paket pembuatan blog ini, saya berikan GRATIS.
3. Layanan konsultasi pengelolaan blog.
4. Info paket harga : denikurniaweb@gmail.com 

Hosting BERBAYAR, Domain BERBAYAR 

Untuk pilihan ketiga ini, sebenarnya pilihan yang ideal. Dalam opsi kedua tadi, kita masih numpang hosting di blogger. Sedangkan di opsi ketiga ini, blog/website mutlak milik kita sepenuhnya.

Ibarat rumah, dengan kita menggunakan hosting dan domain berbayar, seolah-olah kita menempati rumah dan tanah kita sendiri. Lebih tenang pastinya.

Untuk opsi ini, setidaknya kita harus menyiapkan beberapa hal, antara lain:

1) Mencari hosting berkualitas dan harga yang kompetitif. Jangan terjebak dengan murahnya harga. Ada beberapa perusahaan jasa hosting lokal yang terpercaya :
- idwebhost.com 
- niagahoster.co.id
- rumahweb.com
- hostinger.com 
- dll.

Tambahan, di tiga perusahaan awal di atas, saya membeli beberapa domain yang masih aktif sampai sekarang, salah satunya abufadli.com yang  sedang Anda baca ini.

2) CMS (Content Management System) yang stabil dan banyak dipakai perusahaan-perusahaan dan website-website besar. Pilihan utama jatuh ke wordpress. Tapi bukan wordpress.com yang gratisan itu, melainkan wordpress.org. Apa bedanya? Silakan searching saja.

CMS Wordpress banyak digunakan, cocok untuk semua website, baik personal maupun perusahaan, termasuk website sekolah.

Berapa biayanya?

Kalau harga domainnya, sudah standar. Domain resmi sekolah yaitu .sch.id, harganya sekitar Rp 55.000 per tahun.

Sedangkan untuk sewa hosting, harganya beragam, dari yang termurah sekitar Rp 10.000 per bulan, hingga yang sampai ratusan ribu per bulan.

Untuk detail harga hosting, silakan Anda cek di idwebhost, rumahweb, ataupun di niagahoster. Harganya cukup kompetitif dan banyak pilihan paket.

Berapa biaya pembuatan website sekolah, di luar biaya domain dan hosting?

Harga termurah bisa hubungi saya di
denikurniaweb@gmail.com.